Trump Ancam Iran, Perang AS-Iran Jilid II di Ambang Pintu?
Presiden Amerika Serikat kembali memicu tension geopolitik global menjelang akhir gencatan senjata yang rapuh dengan . Dalam wawancara dengan journalist PBS News, Trump mengancam bahwa "banyak bom akan mulai meledak" jika tidak ada deal sebelum tenggat waktu Selasa malam, menambah kekhawatiran akan pecahnya konflik bersenjata langsung antara dua negara.
Ancaman ini bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, Trump menyatakan kepada Fox News bahwa "seluruh negara akan diledakkan" jika Teheran menolak menandatangani kesepakatan. Ia secara eksplisit menargetkan infrastructure vital seperti jembatan dan pembangkit listrik, menunjukkan skenario serangan yang lebih luas. Meski begitu, Trump tetap membuka ruang untuk negotiation , dengan syarat AS tidak dipaksa menerima kesepakatan yang merugikan.
Pemerintah AS menuntut dua hal utama: larangan total bagi Iran untuk memiliki nuclear weapon dan pembukaan penuh Selat Hormuz—jalur maritim yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Penutupan de facto selat ini sejak 28 Februari telah mengguncang energy market global dan menyebabkan lonjakan oil price , memberi Iran strategic leverage di meja perundingan.
AS telah memberlakukan naval blockade terhadap pelabuhan Iran, yang menurut Trump "benar-benar menghancurkan Iran" secara ekonomi. Blokade ini tidak akan dicabut sampai kesepakatan tercapai. Sementara itu, delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dan utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner bersiap ke Islamabad untuk putaran kedua pembicaraan damai. Namun partisipasi delegasi Iran masih belum pasti, menambah ketidakpastian proses diplomasi yang rapuh.
Kalau harga minyak terus naik gini, biaya hidup masyarakat biasa bakal ikut meledak. Siapa yang untung? Hanya elite.
Trump selalu pakai ancaman sebagai strategy strategi, tapi ini udah kelewatan. Dunia nggak butuh perang jilid dua.
Bayangin aja Selat Hormuz ditutup. Itu jalur kritis. Perdagangan global bisa macet total.
Jadi delegasi Iran mau datang atau nggak? Diplomasi tanpa dua pihak sama saja omong kosong.
AS bilang nggak mau dipaksa, tapi blokade dan ancaman bom itu juga bentuk pemaksaan. Kemunafikan level tinggi.
Trump bilang blokade 'menghancurkan Iran'—tapi rakyat kecil yang kelaparan, bukan rezimnya. Dampak kemanusiaan selalu diabaikan.
20% pasokan minyak lewat satu selat? Kita semua rentan. Butuh diversifikasi energi sekarang juga.
Kapan negara-negara besar belajar menyelesaikan masalah tanpa threat ancaman dan kekerasan?