Wuling Sinyalkan Peluncuran Cepat SUV Eksion Sebelum GIIAS 2026
Wuling Motors mengirimkan new kuat bahwa SUV market terbarunya, Eksion, akan segera menyapa konsumen Indonesia. Model yang pertama kali muncul pada Februari lalu ini diperkirakan akan diluncurkan sebelum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, menandai decision strategis untuk tidak menunggu ajang tahunan tersebut.
Ricky Christian, Marketing Operation Director Wuling Motors, menjelaskan bahwa perusahaan sedang dalam proses update produk. "Tahun ini kami pertimbangkan pembaruan produk. Kapannya masih dipelajari. Tapi pengennya lebih quickly ," katanya di Jakarta, menunjukkan pressure untuk merespons dinamika pasar yang cepat.
Meskipun peluncuran resmi belum ditentukan dan harga masih dirahasiakan, beberapa diler telah membuka pre-order terbatas. Antusiasme konsumen disebut sudah terasa, meski Wuling belum menetapkan down payment . Namun, perusahaan menjanjikan price yang tetap kompetitif dan dapat diterima masyarakat.
Wuling Eksion hadir sebagai SUV tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang dan dua opsi elektrifikasi: Plug-in Hybrid (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV). Varian BEV dibekali battery Magic Battery Pro dengan jarak tempuh hingga 530 km (CLTC), sementara PHEV menggunakan teknologi Ling Power yang mampu menempuh lebih dari 1.000 km. Dengan fitur seperti panoramic sunroof, mobil ini siap menjadi risk sekaligus peluang besar bagi dominasi market SUV listrik keluarga.
Akhirnya ada SUV listrik keluarga yang benar-benar ditargetkan untuk kebutuhan harian. Tapi tetap waspada sama price harga pas peluncuran nanti.
Kalau beneran bisa tempuh 1.000 km untuk PHEV, ini bisa jadi game-changer terobosan di segmen ini. Tapi jangan lupa soal support dukungan infrastruktur charging.
Mau cepat atau enggak, yang penting jangan sampai quality kualitas turun demi kejar market pasar.
Wuling emang jago baca public demand permintaan publik. Tapi peluncuran cepat bisa berarti pressure tekanan besar buat tim produksi.
530 km untuk BEV itu oke, tapi di jalan macet Jakarta bisa langsung turun jadi 400. Realita range jarak tempuh itu beda.
Kalau tanda jadi masih belum fix, berarti mereka masih evaluating menimbang respon pasar. Cerdik, tapi juga bikin calon pembeli makin penasaran.