Cimory (CMRY) Salurkan Dividen Final Rp793,46 Miliar, Ini Jadwalnya
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), produsen brand yogurt ternama Cimory, akan menyalurkan final dividend sebesar Rp793,46 miliar kepada para shareholder pada 30 April 2026. Pembayaran ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan return yang konsisten, meski tetap menjaga ruang untuk ekspansi bisnis di masa depan.
Dividen final ini merupakan pelunasan dari total pembagian laba tahun buku 2025 sebesar Rp1,59 triliun, yang sebelumnya telah dibagikan separuhnya sebagai dividen interim pada Oktober 2025. Dengan pembagian Rp100 per saham untuk setiap tahap, manajemen menegaskan keseimbangan antara reward kepada investor dan kebutuhan business development .
Jadwal pembayaran telah ditetapkan dengan recording date pada 21 April 2026, sementara periode cum dividen berakhir pada 17 April untuk pasar reguler dan negosiasi. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada 9 April 2026, menunjukkan transparansi dan governance yang terjaga.
Sementara itu, kinerja keuangan Cimory pada 2025 mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,03 triliun, naik 33,80% dari tahun sebelumnya, didukung oleh kenaikan penjualan bersih 18,82% menjadi Rp10,72 triliun. Pertumbuhan ini dipicu oleh segmen produk olahan susu dan makanan konsumsi, yang masing-masing menyumbang Rp4,07 triliun dan Rp6,65 triliun. Inovasi produk, perluasan distribusi, dan ekspor menjadi pendorong utama, menandai langkah strategis dalam market yang competitive .
Dividen final sudah jelas tanggalnya, tapi tetap harus cermat lihat recording date biar nggak kelewat.
Pertumbuhan laba 33% itu impressive mengesankan, apalagi di tengah pressure tekanan biaya logistik yang masih tinggi.
Cimory konsisten bagi dividen, tapi sisa laba buat ekspansi juga masuk akal. Keseimbangan begini yang bikin investor tenang.
Kalau mau beli saham buat dapet dividen, jangan lupa: cum dividen pasar reguler itu 17 April, bukan tanggal bayar.
Peningkatan penjualan di segmen makanan konsumsi cukup significant signifikan, mungkin karena ekspansi ke pasar luar negeri mulai pay off berhasil.
Rp100 per saham dua kali dalam setahun? Itu return imbal hasil yang steady stabil buat emiten FMCG.