Erick Thohir Ungkap Fondasi Kunci Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka tabir tentang fondasi krusial yang harus dibangun agar national team bisa meraih mimpi tampil di Piala Dunia 2030. Menurutnya, kunci utamanya bukan hanya semangat, tetapi ketersediaan quality pemain yang matang dan consistent dalam performa. Tanpa pondasi ini, ambisi besar hanya akan menjadi angan-angan tanpa arah.
Erick menekankan bahwa federation tidak boleh diam. Tantangan besar sudah mengintai, terutama dengan dimulainya qualification tahun depan. Maka dari itu, PSSI harus bergerak quickly dan sistematis dalam mematangkan persiapan. Fokus utama kini adalah menyusun solid bersama pelatih John Herdman, yang diharapkan mampu membawa change nyata.
Ajang Piala Asia 2027 akan menjadi ujian pertama sekaligus tolok ukur keberhasilan strategi jangka pendek ini. Turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan crucial untuk melihat sejauh mana tim berkembang sebelum terjun ke panggung global. "Penting sekali punya pelatih yang paham pemain, taktik, dan cepat beradaptasi," tegas Erick, menunjukkan trust penuh pada Herdman.
Namun, mimpi besar butuh dukungan menyeluruh. Erick menegaskan komitmen PSSI tidak hanya untuk tim utama, tetapi juga timnas futsal yang mengejar dream lolos ke Piala Dunia Futsal 2028. Dengan kerja keras, support dari berbagai sektor, dan rencana yang terukur, harapan bukan lagi sekadar doa—tapi decision kolektif untuk maju.
Akhirnya ada plan rencana jelas, bukan cuma janji. Tapi eksekusinya harus betul-betul kencang, jangan sampai mentok di lobi-lobi doang.
Senang lihat futsal juga dapat attention perhatian. Jangan cuma fokus di sepak bola besar, prestasi di level kecil juga penting.
Dari dulu dengar 'harus cepat', tapi realita lapangan selalu tertekan oleh birokrasi. Kita lihat apakah kali ini beda.
John Herdman belum membuktikan banyak, tapi minimal dia punya strategy strategi terlihat. Beda sama pelatih sebelumnya yang asal tebak taktik.
Piala Asia 2027 itu key kunci banget. Kalau sampai gagal di sana, mental tim bisa ambruk sebelum kualifikasi dimulai.
Mimpi ke Piala Dunia 2030 boleh, tapi jangan lupa: risk risiko kekecewaan juga besar kalau persiapan tidak matang dari sekarang.