7 Gol dalam 4 Laga: Momentum Dean Zandbergen dan Tekanan bagi PSSI untuk Ambil Keputusan
Dean Zandbergen sedang membakar lapangan hijau di Belanda. Striker keturunan Indonesia ini mencatatkan new rekor mencengangkan: tujuh gol hanya dari empat pertandingan bersama VVV Venlo di Keuken Kampioen Divisie. Aksi performance yang moncer membuat namanya kembali menguat sebagai kandidat naturalisasi Timnas Indonesia, di tengah pressure untuk memperkuat lini depan yang masih terasa rapuh.
Saat ini, Ole Romeny bermain tanpa partner serangan yang sepadan. Eksperimen pelatih John Herdman dengan memasangkan berbagai nama—dari Mauro Zijlstra hingga Ramadhan Sananta—belum memberikan impact yang diharapkan. Kebutuhan akan striker tajam mendesak, dan Zandbergen, dengan record golnya yang meledak-ledak, muncul sebagai solusi potensial yang tak bisa diabaikan.
Zandbergen sendiri telah lama memendam dream membela Garuda. Meski sempat kehilangan kontak dengan PSSI setelah era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, ia tetap menjaga hope . "Mungkin mereka akan melakukannya di masa depan," ujarnya pada Juli 2025, menanggapi kemungkinan proses naturalisasi yang tertunda. Dukungan dari publik dan analis seperti Ronny Pangemanan pun mengalir, menyebutnya sebagai ideal pelengkap serangan tim nasional.
Dengan 11 gol dan 3 assist secara keseluruhan di liga, momentum Zandbergen sulit dihentikan. Publik mulai bertanya: apakah ini saat yang tepat bagi PSSI untuk mengambil decision ? Jika tidak sekarang, kapan lagi? Di tengah persaingan regional yang semakin ketat, change di lini depan bukan lagi opsi, melainkan keharusan.
7 gol dalam 4 laga itu bukan kebetulan, tapi bukti consistency konsistensi. PSSI jangan cuma diam!
Tapi apakah dia masih punya commitment komitmen setelah lama tak dihubungi? Harapan bisa pupus kalau terus dibiarkan menggantung.
Saya dari dulu bilang, Zandbergen itu solution solusi. Tapi pelatih juga harus punya strategy strategi jelas, bukan cuma andalkan satu pemain.
Kalau performa terus seperti ini, market pasar transfer pun akan mengincarnya. risk risiko kehilangan peluang makin besar.
Main di divisi dua Belanda emang bagus, tapi apakah dia siap dengan pressure tekanan di level internasional? Itu pertanyaan besar.
PSSI harus cepat. Jangan sampai nanti malah naturalisasi player pemain lain karena terlambat ambil step langkah.