Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Tujuh Daerah Sulawesi Selatan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan outbreak (KLB) campak di tujuh daerah di Sulawesi Selatan. Daerah yang terdampak meliputi Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur. Langkah ini diambil sebagai response terhadap penyebaran virus yang mulai terlihat akhir 2025 dan terus meningkat hingga awal 2026, meskipun penetapan resmi KLB biasanya menjadi kewenangan kabupaten atau kota masing-masing.
Hingga 8 April 2026, Dinas Kesehatan Sulsel mencatat 169 anak dinyatakan positif campak setelah melalui laboratory . Menurut Muhammad Yusri Yunus, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, kasus pertama muncul sebagai suspek di tiga kabupaten pada Desember 2025. Namun, setelah uji klinik, jumlahnya meningkat tajam dari Januari hingga Maret, menandai rapid dalam penularan.
Untuk menghentikan penyebaran, pemerintah daerah telah melaksanakan emergency atau Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 9 bulan hingga 59 bulan. Yusri menekankan bahwa hampir semua anak yang terinfeksi belum pernah mendapat imunisasi campak, sehingga penting untuk memperkuat public trust terhadap vaksinasi dan memastikan cakupan yang lebih luas.
Karena virus ini sangat menular, bahkan anak yang sudah divaksin bisa tertular jika immunity tidak tercapai. Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat—khususnya orang tua—untuk membawa anak mereka ke pos imunisasi, baik yang belum lengkap vaksinnya maupun yang sudah. Upaya ini penting untuk mengurangi risk penyebaran lebih lanjut dan melindungi komunitas secara keseluruhan.
Saya baru tahu kalau anak yang sudah divaksin pun tetap bisa kena kalau kekebalan kelompok belum terbentuk. Ini serious sungguh serius.
Di desa saya, banyak yang takut vaksin. Padahal ini bukan soal pilihan pribadi, tapi soal public safety keselamatan bersama.
Kenapa harus menunggu KLB dulu baru bertindak? Ini kan sudah terlihat sejak Desember. Harusnya respons bisa lebih quick cepat.
Terima kasih untuk ORI yang datang ke lingkungan kami. Saya langsung bawa dua anak saya. Lebih baik prevent cegah daripada sakit.
Tapi jangan lupa, awareness kesadaran warga juga harus ditingkatkan. Bukan cuma vaksinnya, tapi edukasinya.
Apakah data 169 kasus sudah termasuk yang belum terlapor? Sering kali angka official resmi selalu lebih rendah dari kenyataan.