Mauricio Souza Ungkap Akar Ketidakkonsistenan Persija: Peluang Tak Berujung Gol

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya mengungkap problem yang selama ini menghantui permainan Macan Kemayoran: ketidakmampuan tim memanfaatkan chances menjadi gol. Sejak awal musim, tim kerap tampil dominan, tetapi hasil akhir sering kali tidak mencerminkan dominasi itu karena finishing yang kurang tajam.

Menurut Souza, hal inilah yang menjadi akar dari inconsistency tim di sepanjang kompetisi Liga Super 2025/2026. "Saya rasa masalah besar tim ini selama kompetisi adalah tidak berhasil mencetak gol dari peluang yang diciptakan," ujarnya setelah laga kontra Persebaya Surabaya. Ketika peluang terbuang, tekanan mental mulai muncul dan performa menjadi tidak stabil.

Namun, ada titik terang. Pada pertandingan pekan ke-27, Persija berhasil menang telak 3-0 atas Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026). Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tim mulai mampu mengubah pressure menjadi produktivitas. Para pemain menunjukkan eksekusi yang lebih tenang dan akurat di depan gawang lawan.

Souza mengakui bahwa masih ada ruang perbaikan, terutama dalam memaksimalkan setiap peluang. Meski begitu, ia merasa optimistis karena fondasi permainan yang diinginkannya—kombinasi antara penguasaan bola, disiplin taktis, dan efisiensi—akhirnya mulai terlihat. Kini, tantangannya adalah mempertahankan performance tinggi ini secara konsisten hingga akhir musim.

Komentar 6

  • D
    DionGawat

    Akhirnya pelatih ngomong yang sebenarnya. Selama ini banyak yang salahkan striker, tapi ternyata pressure bikin mereka gagal eksekusi.

  • N
    NandaPersija

    Masih ingat laga lawan PSS? 15 peluang, 0 gol. Bikin frustasi banget. Semoga ini awal dari change beneran.

  • P
    PakdeRudi

    Pelatih asing emang lebih jujur ngomongin problem , nggak cuma cari selamat di depan media.

  • J
    Joyo92

    Tapi kenapa baru sekarang bisa cetak peluang jadi gol? Apa ada adjustment taktik yang nggak kelihatan?

  • L
    Laras_Cilegon

    Yang penting sekarang jangan cepat puas. 3-0 itu bagus, tapi consistency itu ujian sebenarnya.

  • B
    BudiTanpaTanding

    Kalau pemain muda diberi kesempatan lebih, mungkin malah lebih berani ambil risk di depan.