Terungkap, Perusahaan Pertahanan NATO Diam-diam Bekerja Sama dengan Satelit Militer China

Sebuah investigasi terbaru mengungkap hubungan sensitif antara perusahaan satelit Norwegia, Kongsberg Satellite Services (KSAT), yang terkait dengan ekosistem defense NATO, dan jaringan satelit milik Chang Guang Satellite Technology (CGSTL), perusahaan China yang memiliki kaitan erat dengan militer negara itu. Menurut dokumen dari Otoritas Komunikasi Norwegia (NKOM), KSAT memiliki license untuk berkomunikasi dengan 42 satelit milik CGSTL hingga tahun 2028—padahal perusahaan China tersebut didirikan bersama oleh pemerintah provinsi dan lembaga riset yang mendukung national defense China.

Kementerian Luar Negeri AS telah menyatakan bahwa CGSTL memberikan direct support kepada kelompok Houthi yang didukung Iran, termasuk dalam serangan terhadap kepentingan Amerika. Jurubicara Departemen Luar Negeri AS menekankan bahwa perusahaan ini memiliki hubungan erat dengan pemerintah dan militer China. Di tengah sorotan ini, KSAT menolak memberikan rincian kontrak dengan alasan klausul confidentiality yang lazim, dan menyatakan bahwa mereka tidak bisa mengomentari pelanggan secara terbuka.

Namun, otoritas Norwegia sedang menyelidiki dugaan illegal communication oleh KSAT dengan lima satelit melalui fasilitas di Svalbard dan Antartika. Direktur Departemen NKOM, Espen Slette, memperingatkan bahwa pelanggaran semacam ini bisa berujung pada denda besar. Meskipun KSAT menegaskan bahwa pemberitahuan ini tidak terkait dengan satelit CGSTL, kritik tajam datang dari pakar teknologi John Strand, yang menyebut pengajuan license application untuk melayani satelit China sebagai tindakan yang absurd, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina dan dukungan diplomatik China terhadap Moskow.

Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana data satelit komersial kini menjadi alat geopolitical yang strategis. Analis intelijen Joseph Wen memperingatkan bahwa China memiliki insentif untuk menyediakan intelijen berbasis satelit—dari sumber militer maupun komersial—kepada negara seperti Iran atau Rusia melalui jalur tidak langsung. Meskipun beberapa perusahaan Barat membantah keterlibatan, kekhawatiran atas penyalahgunaan data terus meningkat, terutama saat konflik global semakin memanfaatkan real-time tracking dan citra satelit detail.

Reaksi 6

  • D
    DionM

    Bayangkan perusahaan allied NATO malah jadi jembatan bagi satelit militer China. Ini bukan cuma soal bisnis, tapi soal kepercayaan keamanan.

  • S
    SariL

    Kalau kontraknya dilindungi confidentiality , lalu siapa yang mengawasi agar tidak ada penyalahgunaan data strategis?

  • B
    BenoP

    Ironis banget. KSAT bagian dari pertahanan Eropa, tapi malah izin komunikasi dengan satelit China. Apa ini masih komersial atau sudah masuk ranah intelijen?

  • T
    TaraK

    Dunia kini pakai satelit komersial buat surveillance . Bukan cuma militer yang bisa mengintai, tapi juga aktor sipil dengan akses data.

  • R
    RakaJ

    Norwegia harus tegas. Kalau hanya sebatas peringatan, ini bisa jadi preseden buruk bagi kerja sama international regulation di wilayah Antartika dan kutub utara.

  • N
    NinaF

    AS khawatir data satelit bocor ke Iran lewat pihak ketiga. Tapi kok Airbus langsung bantah keras? Ada yang merasa terancam.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]