Negara-negara BRICS Makin Borong Emas, Strategi Lepas dari Dolar AS?
Negara-negara anggota BRICS kini semakin aggressive dalam menambah cadangan gold , sebuah langkah strategis yang mencerminkan pergeseran besar dalam tata kelola global reserves . Aksi kolektif ini bukan hanya respons terhadap demand logam mulia yang melonjak, tetapi juga sinyal kuat bahwa bank sentral kini mencari aset yang lebih neutral dan aman di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus memanas.
Menurut laporan World Gold Council per Selasa (21/4/2026), negara-negara BRICS kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas, atau sekitar 17,4 persen dari total cadangan bank sentral dunia—naik signifikan dari 11,2 persen pada 2019. Rusia memimpin dengan 2.336 ton, diikuti China sebesar 2.298 ton dan India dengan 880 ton. Porsi besar ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut kini menjadi key player dalam pasar emas global.
Dalam periode 2020–2024, BRICS bahkan menyumbang lebih dari separuh pembelian emas oleh bank sentral secara global. Tren ini berlanjut di awal 2026, meski dengan moderate : tambahan 5 ton pada Januari setelah akumulasi bersih 328 ton sepanjang 2025. World Gold Council menilai demand tetap kuat, didorong oleh ketegangan geopolitik yang belum mereda dan keinginan untuk diversifikasi aset.
Faktor utama di balik aksi borong emas ini adalah upaya dedollarisasi—mengurangi ketergantungan terhadap US dollar sebagai mata uang cadangan utama. Dengan menguatkan posisi emas, negara-negara BRICS tidak hanya melindungi nilai aset mereka, tetapi juga secara perlahan membentuk ulang arsitektur financial system global yang selama ini didominasi dolar.
Kalau semua negara mulai tukar dolar dengan emas, nilai dolar bisa plummet jatuh drastis. Ini bakal berdampak langsung ke harga impor kita.
Mereka bilang ingin netral, tapi tetap saling berebut pengaruh. Apakah emas benar-benar netral atau cuma alat tawar-menawar baru?
Harga emas lokal pasti ikut terdongkrak. Buat yang nabung emas, ini kabar bagus, tapi buat yang baru mau mulai, makin expensive mahal.
Tren ini bukan cuma simbolik. Ini strategic shift pergeseran strategis nyata dalam kebijakan moneter global. Dolar tidak lagi dianggap satu-satunya safe haven.
BRICS beli emas besar-besaran, tapi produksi emas dunia terbatas. Apa pasar siap menghadapi supply pressure tekanan pasokan jangka panjang?
World Gold Council bilang 95% bank sentral perkirakan cadangan emas naik. Jadi pertanyaannya: kapan the shift perubahan ini jadi arus utama, bukan sekadar tren minoritas?