Jadwal Man City vs Arsenal, Rice Sebut Laga di Etihad Ujian Terberat
Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyatakan bahwa laga melawan Manchester City di Stadion Etihad bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian terberat dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Pertandingan pekan ke-33 yang akan digelar pada Minggu (19/4/2026) pukul 22.30 WIB itu menjadi penentu arah perjalanan The Gunners menuju trofi pertama mereka dalam 22 tahun terakhir. Dengan hanya enam laga tersisa, setiap poin kini memiliki huge impact .
Rice, yang pernah merasakan kekalahan dari The Citizens di final Piala Liga Inggris, mengakui masih menyimpan luka dalam tim. "Melihat mereka mengangkat trofi itu, rasanya memang painful ," ujarnya. Ia menyebut motivasi balas dendam menyala dalam skuad, tetapi tetap menekankan pentingnya rasa hormat terhadap lawan. "Kami harus menghormati mereka. Pada akhirnya, di hari itu, mereka lebih baik," tambahnya, menunjukkan kesadaran penuh akan pressure dan kualitas lawan.
Meski demikian, Rice yakin kemenangan di Etihad akan menjadi statement kuat bahwa Arsenal siap menjadi juara. "Itulah mengapa kami bermain dalam laga ini. Pergi ke sana dan menang akan jadi pesan yang sangat kuat," tegasnya. Pernyataan ini bukan sekadar retorika—Arsenal datang dengan confidence tinggi usai lolos ke semifinal Liga Champions setelah menyingkirkan Sporting Lisbon.
Kondisi fisik Rice juga dipastikan pulih setelah sempat absen karena sakit ringan menjelang laga Liga Champions. "Tapi ya, itu cuma sakit ringan dan sekarang saya sudah sembuh," katanya, menegaskan kesiapan total. Dengan enam laga tersisa, Arsenal tahu bahwa setiap keputusan, setiap pertandingan, dan setiap performance harus sempurna. "Ini adalah ujian terberat, tapi itulah alasan kami bermain sepak bola. Ayo kita hadapi!"
Pernah ke Etihad, atmosfernya gila. Tekanan di lapangan pasti lebih gila lagi buat pemain muda.
Rice sekarang jadi jantung tim. Kalau dia main bagus, chance peluang kami naik drastis.
Ujian terberat emang kata yang pas. Tapi jangan lupa, City juga punya risk risiko kehilangan poin kalau kalah.
Mereka bilang hormat, tapi mati-matian pengin menang. Itu namanya real rivalry rivalitas sejati.
Setuju soal pernyataan besar kalau menang. Tapi kalau kalah, momentum bisa langsung turun.
6 laga tersisa, semua penting. Tapi ini decider penentu banget sih.