Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan: Biru di Pagi, Putih di Malam, Sepi di Dunia Maya
Dalam cuaca cerah pagi yang penuh new , Teuku Rassya dan Cleantha Islan resmi menjadi pasangan suami istri setelah mengikat janji pernikahan pada Minggu (12/4/2026). Akad berlangsung khidmat diiringi adat yang kental, sementara resepsi malamnya tampil elegan dengan dominasi warna putih dan biru—sebuah simbol dari harmoni yang mereka bangun bersama.
Yang menarik, meski ini adalah pernikahan publik figur, pasangan ini justru memilih untuk tidak membagikan satu pun konten langsung dari hari besar mereka. Tidak ada unggahan Instagram, tidak ada siaran langsung, dan tidak ada update status. Justru keluarga dekat dan sahabat yang pertama kali membocorkan momen manis lewat foto dan video di media sosial.
Pilihan untuk tetap private di tengah sorotan publik menuai pujian. Banyak yang melihatnya sebagai bentuk trust terhadap makna sakral pernikahan, bukan sekadar tontonan. "Mereka ingin hari itu benar-benar tentang dua hati, bukan public ," ujar seorang sahabat dekat yang hadir.
Namun, keheningan digital pasangan ini juga memicu discussion di kalangan penggemar. Beberapa merasa kecewa karena tidak bisa menyaksikan langsung momen sakral tersebut, sementara yang lain justru menghargai sikap mereka yang menolak tekanan untuk selalu share segalanya. Di era di mana setiap detik bisa jadi konten, pilihan Rassya dan Cleantha terasa seperti sebuah statement damai tentang batas dan makna keintiman.
Jarang banget pasangan seleb bisa se-private pribadi ini. Respect!
Anak muda sekarang makin paham bedanya momen sakral sama public attention perhatian publik. Ini contoh baik.
Aku sempat panik nggak lihat story mereka, kira-kira ada masalah. Ternyata emang sengaja. Lucu juga sih, change perubahan kebiasaan.
Kalau aku sih pengin lihat akadnya. Tapi ya nggak apa-apa, yang penting mereka bahagia. Cuma agak disappointed kecewa aja.
Dulu zaman saya nikah, cuma keluarga yang tahu. Sekarang semua harus di-upload. Senang ada yang balik ke cara lama.
Ini namanya punya prinsip. Bukan karena gak mau, tapi karena punya batasan. Beda sama yang cuma cari sorotan.