Jabra Perkenalkan Headset AI dan Sistem Video Conference Canggih untuk Kerja Hybrid 2026
Tren kerja hybrid terus mengubah wajah dunia profesional, dan kini Jabra hadir dengan dua inovasi utama yang dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi jarak jauh: headset Evolve3 dan sistem video PanaCast Room Kit. Peluncuran yang digelar di Jakarta pada Selasa (21/4/2026) ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat ekosistem kolaborasi digital, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan perangkat yang mendukung fleksibilitas dan productivity .
Jabra Evolve3 menonjol berkat teknologi noise cancellation adaptif yang menggunakan jaringan saraf tiruan (DNN) untuk menyaring suara latar tanpa bergantung pada mikrofon konvensional. Fitur ClearVoice dan Adaptive ANC memungkinkan suara tetap jernih bahkan di lingkungan yang ramai. Dengan dukungan spatial sound dan daya tahan baterai hingga puluhan jam, perangkat ini sangat cocok bagi profesional yang sering bekerja di luar kantor.
Di sisi lain, PanaCast Room Kit menghadirkan pengalaman rapat yang lebih immersive melalui kamera panoramik 180 derajat dan pelacakan pembicara otomatis. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan fokus kamera secara dinamis, memastikan semua peserta—baik hadir langsung maupun daring—terlihat dan terdengar dengan jelas. Integrasi audio yang merata di seluruh ruangan juga meningkatkan clarity komunikasi secara keseluruhan.
Langkah ini didukung oleh data dari studi bersama London School of Economics yang menunjukkan bahwa 60 persen profesional memperkirakan interaksi berbasis suara akan menjadi metode utama dalam bekerja tiga tahun ke depan. Menurut Louis Sudarso, Country Manager Enterprise Indonesia Jabra, solusi ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan nyata di dunia kerja saat ini, di mana collaboration yang inklusif dan teknologi yang responsif menjadi kunci utama.
Akhirnya ada juga headset yang benar-benar bisa filter menyaring suara bocah nangis di kosan tetangga pas rapat online.
Harga segini, mereka bilang untuk inklusivitas, tapi malah bikin jurang teknologi makin lebar. Bisa jadi hanya untuk kantor corporate perusahaan besar.
Kalau baterainya tahan 30 jam beneran, itu jauh lebih reliable andal daripada kebanyakan headset di pasaran sekarang.
Fitur pelacakan pembicara otomatis kadang malah bikin pusing. Harusnya bisa dimatikan kalau lagi meeting santai.
Jadi pertanyaannya: apakah kantor kita siap secara infrastruktur untuk pakai sistem ini, atau malah jadi gimmick teknologi doang?
Spatial sound itu beneran nambah pengalaman, apalagi buat yang kerja dari kafe. Suara jadi lebih natural alami.