Samsung "Bunuh" Galaxy Z TriFold! Ponsel Lipat Tiga Resmi Tamat
Samsung resmi menghentikan sales Galaxy Z TriFold di pasar global setelah perangkat ini habis terjual tanpa rencana restock . Keputusan ini menandai akhir dari siklus hidup yang singkat bagi ponsel lipat tiga ini, yang kini sudah tidak tersedia di Amerika Serikat maupun Korea Selatan.
Sejak awal, Galaxy Z TriFold memang bukan ditujukan untuk mass market , melainkan sebagai perangkat experimental untuk menunjukkan kemampuan teknologi layar lipat ganda. Dengan dua hinge , desain tri-fold memungkinkan perangkat dilipat tiga kali, memberikan pengalaman screen yang lebih fleksibel dibanding pendahulunya.
Meski inovatif, kompleksitas design dan harga tinggi membuatnya kurang menarik bagi pengguna umum. Pasar utamanya terbatas pada early adopter dan penggemar teknologi yang ingin merasakan terobosan baru. Samsung kini mengarahkan konsumen ke lini foldable yang lebih matang seperti Galaxy Z Fold7 dan flagship konvensional seperti Galaxy S26 Ultra.
Meski generasi pertama sudah tamat, industri melaporkan bahwa Samsung tetap berkomitmen mengembangkan konsep tri-fold. Penerusnya, yang dikenal sebagai Galaxy Z TriFold 2, dikabarkan sedang dalam pengembangan dengan fokus pada desain yang lebih slim dan lightweight . Perangkat ini mungkin hanya eksis sesaat, tapi perannya sebagai bukti konsep sangat penting dalam evolusi smartphone masa depan.
Akhirnya resmi tamat juga. Sayang banget, padahal desainnya keren banget foldable tiga kali.
Harga awalnya terlalu tinggi buat fitur yang belum mainstream arus utama. Wajar kalau cuma jadi eksperimen.
Samsung jelas lagi uji respon pasar. Kalau engsel dan durability ketahanan bisa diperbaiki, TriFold 2 mungkin bisa tembus pasar.
Yang paling menarik itu bagaimana mereka atur user experience pengalaman pengguna saat layar dilipat tiga kali. Banyak potensi di sana.
Kompleksitas mekanik dua hinge engsel pasti bikin biaya produksi melambung. Belum lagi risiko kerusakan.
Jadi pertanyaannya: apakah lipat tiga benar-benar pengubah permainan, atau cuma gimmick?