Korea Selatan dan China Kuasai Gelar Juara di Final Kejuaraan Asia 2026

final Kejuaraan Asia 2026 berakhir dengan dominasi dua kekuatan Asia Timur, Korea Selatan dan China, yang berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara. Hasil ini menegaskan kembali dominance mereka dalam kancah bulu tangkis regional, meski dengan skenario yang sedikit berbeda di setiap kubu.

Korea Selatan justru memastikan dua gelar juara bahkan sebelum pertandingan final dimulai. Di sektor ganda campuran, gelar otomatis diraih karena lawannya dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, memilih mundur. Keputusan itu membuat pasangan tuan rumah Kim Jae-hyeon/Jang Ha-jeong menjadi champion tanpa harus bertanding.

Tambahan gelar datang dari sektor ganda putra, yang memastikan victory Korea Selatan karena dua pasangan mereka, Kim Won-ho/Seo Seung-jae dan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju, sama-sama lolos ke final. Meski harus saling bertarung, satu gelar pasti tetap berada di tangan Korea Selatan, menunjukkan strength dalam kedalaman skuad.

Sementara itu, China mengunci satu gelar lewat sektor ganda putri, di mana pasangan Li Yi Jing/Luo Xu Min dan Liu Sheng Shu/Tan Ning menciptakan final internal. Mereka sempat berpeluang mendominasi podium setelah wakilnya juga menembus final tunggal putra dan putri. Namun, asa itu pupus setelah An Se-young dari Korea Selatan tampil strong dan menggagalkan dominasi China.

Komentar 6

  • A
    AdeBulu

    Ganda putra kita memang konsisten, tapi harus waspada risk cedera karena main terlalu agresif

  • N
    NinaRaih

    Mundurnya wakil Thailand memang mengejutkan, tapi tetap respect buat Korea yang siap di saat terakhir

  • B
    BimaPB

    China kalah di tunggal karena tekanan pressure terlalu besar, kelihatan dari ekspresi mereka

  • D
    DheaSulap

    An Se-young itu monster di lapangan, permainan fast dan nggak gampang panik

  • J
    JohanTepuk

    Final internal China di ganda putri artinya mereka punya depth pelatihan yang sangat baik

  • L
    LukiNetral

    Kenapa kita nggak pernah bisa lolos ke final ganda campuran? Apa strategy latihannya kurang tepat?