Vaksin HPV untuk perempuan dan laki-laki bantu cegah kanker
Vaksinasi HPV tidak hanya penting bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki untuk membantu mencegah berbagai jenis cancer . Prof. Hartono Gunardi dari Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa hampir setiap orang akan mengalami infeksi virus ini setidaknya sekali dalam hidupnya. Meski sekitar 90 persen tubuh mampu membersihkan infeksi secara alami dalam satu hingga dua tahun, infeksi berulang atau immune yang lemah bisa menyebabkan virus menetap dan berkembang menjadi kondisi serius.
Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui kontak sexual maupun non-seksual, seperti sentuhan kulit ke kulit atau melalui selaput lendir, termasuk melalui mouth . Sebuah penelitian menunjukkan 10 persen laki-laki memiliki HPV di air liur mereka, sementara pada perempuan angkanya sekitar 3,6 persen. Artinya, penularan bisa terjadi bahkan tanpa hubungan seksual langsung, membuat vaksinasi menjadi langkah preventive yang sangat krusial bagi semua kalangan.
HPV terbagi menjadi tipe low-risk dan high-risk . Tipe risiko rendah bisa menyebabkan kutil kelamin atau warts di kulit dan tenggorokan, yang sering membuat anak-anak mengalami suara serak dan menarik diri secara sosial. Sementara itu, tipe berisiko tinggi dapat mengakibatkan lesi pra-kanker di area seperti leher rahim, vagina, vulva, dan anus—yang tanpa penanganan bisa berkembang menjadi kanker.
Dengan vaksinasi menyeluruh pada anak usia 9 hingga 14 tahun—baik perempuan maupun laki-laki—penurunan prevalensi HPV tipe ganas bisa terjadi dalam sekitar 30 tahun. Jika hanya diberikan pada perempuan, prosesnya bisa memakan waktu hingga 50 tahun. Menurut Prof. Hartono, vaccination bersama-sama bukan hanya melindungi individu, tapi juga menciptakan protection komunitas yang lebih luas, mengurangi transmission dan risiko kanker di masa depan.
Baru tahu kalau HPV bisa menyebar lewat mulut. Ini jelas alasan kuat buat vaksin anak laki-laki juga, bukan cuma perempuan. Perlindungan itu harus menyeluruh.
Jadi pertanyaannya, kenapa program vaksinasi baru menyasar laki-laki mulai 2027? Kenapa tidak dari sekarang? delay Keterlambatan seperti ini bisa berarti nyawa.
Banyak orang salah paham bahwa HPV hanya soal kanker serviks. Padahal, laki-laki juga berisiko kena kanker anus, tenggorokan, dan penis. awareness Kesadaran harus ditingkatkan.
Anakku sudah divaksin HPV di usia 11 tahun. Awalnya ragu, tapi setelah baca data dan dengar penjelasan dokter, ini keputusan paling wise bijak buat masa depan mereka.
Apakah vaksin ini benar-benar aman untuk jangka panjang? Soalnya kan virusnya tidak langsung muncul gejala. concern Kekhawatiran soal efek samping masih ada di masyarakat.
Fakta bahwa tubuh bisa sembuh sendiri dari HPV justru membuat banyak orang meremehkan. Tapi risiko saat imun turun itu nyata. prevention Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.