Paul Munster Masih Sulit Terima Kekalahan Bhayangkara dari Persijap
Kekalahan 1-2 dari Persijap Jepara masih meninggalkan pressure batin bagi pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster. Meski timnya datang dengan tren enam kemenangan beruntun, hasil di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu lalu, membuatnya sulit accept kenyataan. "Hasil yang sulit untuk diterima," kata Munster, merujuk pada kegagalan timnya mempertahankan momentum saat bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026.
Yang membuat luka makin dalam, dua gol Persijap lahir dari individual mistake yang seharusnya bisa dihindari. Gol pertama terjadi bahkan sebelum pertandingan berjalan 30 detik, saat umpan Slavko Damjanovic gagal dan langsung dimanfaatkan Borja Herrera. Belum pulih, Bhayangkara kembali kecolongan di menit ke-45 lewat serangan cepat Sudi Abdallah yang merebut bola dari Moises di kotak penalti, menggandakan keunggulan Laskar Kalinyamat.
Situasi semakin difficult bagi Bhayangkara setelah Dendy Sulistyawan diganjar kartu merah pada menit ke-75. Dengan satu pemain lebih sedikit, upaya comeback menjadi hampir mustahil. Meski Moussa Sidibe berhasil mencetak gol di menit ke-90—gol kesembilan dalam 10 laga—itu tak cukup mengubah arah pertandingan. Gol itu hanya menjadi penghibur, bukan penentu hasil.
Akibat kekalahan ini, Bhayangkara gagal naik ke posisi keempat dan tetap terpaku di posisi kelima dengan 44 poin. Bagi tim, ini bukan sekadar loss , tapi juga ujian mental. "Kami akan introspeksi diri untuk pertandingan selanjutnya," tegas Wahyu Subo Seto. Laga kandang melawan PSIM Yogyakarta pada Jumat (17/4) menjadi momentum penting untuk memulihkan confidence dan kembali ke jalur kemenangan.
Tekanan bakal makin besar kalau pertahanan masih begini rapuh. mistake Kesalahan kecil langsung jadi gol, itu tanda kurang fokus.
Kartu merah di menit 75 bikin semuanya hancur. Tapi sebelum itu, pressure tekanan dari Persijap sudah terasa banget.
Sidibe emang konsisten, 9 gol dalam 10 laga itu bukan kebetulan. Tapi butuh lebih dari satu orang buat win menang.
Munster bilang sulit terima, wajar. Tapi sekarang bukan saatnya sedih, tapi saatnya evaluasi decision keputusan taktik.
Gol dalam 30 detik itu bikin mental jatuh. Tim butuh cara cepat bangkit, jangan sampai loss kekalahan ini jadi awal tren buruk.
Introspeksi oke, tapi jangan cuma kata-kata. Harus ada change perubahan nyata di lapangan, terutama di lini belakang.