Harga Emas Melonjak 2% di Tengah Kabut Geopolitik yang Mencair
Harga gold dunia melonjak tajam hingga 2% pada perdagangan Selasa (14/4/2026), dipicu oleh weakening dolar Amerika Serikat dan rising hope akan kelanjutan pembicaraan antara AS dan Iran. Lonjakan ini menegaskan kembali peran emas sebagai safe-haven asset di tengah ketidakpastian global yang masih menyelimuti pasar keuangan.
Menurut laporan dari CNBC International, harga spot gold ditutup naik 2,14% menjadi US$4.841,85 per ons troi, sementara futures juga menguat 2,03% ke level US$4.864,3. Pelemahan dolar membuat logam mulia yang priced dalam mata uang AS menjadi lebih terjangkau bagi investor internasional, mendorong demand global.
Dari sisi geopolitical , ada indication bahwa tim negosiator AS dan Iran berpotensi bertemu kembali di Islamabad dalam waktu dekat. Pertemuan ini bisa melanjutkan pembahasan penghentian konflik yang sempat terhenti, meskipun Washington baru saja memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Ketegangan yang mereda sejenak membuka ruang bagi market untuk bernapas dan mengalihkan fokus dari inflation ke aspek keamanan global.
Bob Haberkorn, Analis Pasar Senior dari RJO Futures, menilai bahwa market movement akan sangat ditentukan oleh hasil pertemuan di Pakistan. Ia menambahkan bahwa combination pelemahan dolar dan penurunan harga minyak turut memberi support bagi kenaikan emas. Jika positive news muncul, price emas berpotensi terus menguat dalam waktu dekat.
Pelemahan dolar memang selalu jadi katalis utama kenaikan gold price harga emas. Tapi jangan lupa, ini juga soal risk risiko geopolitik yang belum benar-benar reda.
Kalau pembicaraan di Islamabad gagal, bisa-besok market pasar langsung berbalik arah. Semua decision keputusan masih tergantung sentimen, bukan data ekonomi kuat.
Waduh, harga emas batangan di toko emas daerah saya sudah skyrocket melambung pagi tadi. Warga pada buru-buru buy beli, takut makin mahal.
Yang lucu itu pas pasar tenang, emas ditinggal. Begitu tension tekanan naik, semua lari ke safe asset aset aman. Ironi yang terjadi tiap tahun.
Jangan lupa faktor oil price harga minyak juga. Kalau minyak turun, tekanan inflasi turun, dolar melemah, dan emas naik. Ini chain reaction reaksi berantai yang logis.
Pertanyaannya: seberapa berkelanjutan kenaikan ini? Atau cuma short-term jangka pendek karena speculation spekulasi belaka?