Spanyol Kecam Israel dengan Keras meski Bukan Negara Muslim, Desak UE Tangguhkan Kerja Sama
Serangan udara Israel di Lebanon pada 8 April memicu international yang keras, terutama dari Spanyol, negara yang bukan bagian dari dunia Muslim namun menyuarakan condemnation tajam terhadap kebrutalan yang dikaitkan dengan pasukan Zionis. Serangan yang berlangsung hanya sepuluh menit dan diberi kode 'Operasi Kegelapan Abadi' ini dianggap sebagai yang paling intens sejak konflik lebih luas antara Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari lalu.
Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 357 orang tewas dalam serangan tersebut, mayoritas adalah civilians , sementara lebih dari 1.223 lainnya terluka. Angka ini jauh melampaui klaim IDF bahwa mereka hanya menargetkan sekitar 100 posisi Hizbullah dan membunuh lebih dari 180 militants . Kekhawatiran terhadap civilian casualties semakin memperkuat tekanan global terhadap Israel untuk mempertimbangkan kembali taktik militernya.
Perdana Menteri Spanyol, Sanchez, menyebut tindakan Netanyahu sebagai disregard terhadap hukum internasional dan menegaskan bahwa hal ini unacceptable . Ia mendesak Uni Eropa untuk segera suspend perjanjian asosiasi dengan Israel. Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menambahkan bahwa serangan itu merupakan shame bagi hati nurani kemanusiaan global dan menyebut operasi militer itu sebagai indiscriminate bombing .
Langkah Spanyol semakin memperuncing ketegangan diplomatik ketika Albares mengumumkan pembukaan kembali embassy di Teheran dan pengiriman kembali duta besar mereka. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mendukung peace talks dan meredakan konflik yang kini melibatkan banyak aktor regional. Dalam konteks geopolitik yang memanas, sikap Spanyol menunjukkan bagaimana diplomatic pressure bisa muncul dari arah yang tak terduga.
357 jiwa tewas dalam 10 menit? Ini bukan operasi militer, tapi massacre pembantaian. Bagaimana mungkin dunia masih diam?
Spanyol bukan sekadar protes, mereka sedang mengirim signal sinyal kuat bahwa Uni Eropa tidak seragam dalam dukungannya ke Israel.
Saya tidak tahu harus percaya siapa. Media di sini bilang semua korban adalah combatants pejuang, tapi laporan medis di lapangan bilang lain.
Membuka kembali kedutaan di Teheran sekarang? Itu bukan cuma diplomasi, itu bold move langkah berani yang bisa mengubah permainan.
Negara-negara Barat selalu bicara HAM, tapi diam saat Israel bertindak. double standard Standar ganda yang nyata.
Jika serangan ini melanggar gencatan senjata AS-Iran, maka ini bukan hanya soal Lebanon, tapi juga geopolitical risk risiko geopolitik yang lebih besar.