Bubsy 4D dan Demon Tides pengembang Fabraz cukup kontras dengan GenAI

Studio indie Fabraz, pencipta platformer unik seperti Demon Turf dan Demon Tides, sedang mempersiapkan kejutan bagi para penggemar game klasik: kelanjutan dari seri Bubsy dengan title Bubsy 4D yang akan dirilis pada 22 Mei di PC, PlayStation, Xbox, dan Switch. Meski namanya pernah tenggelam dalam kenangan, keputusan untuk menghidupkan kembali kucing iconic ini datang dari dorongan kreatif yang autentik, bukan dari algoritma atau automation .

Dalam wawancara terbaru dengan Fabian Rastorfer, pendiri Fabraz sekaligus pengembang utama Bubsy 4D, sikap tegas terhadap teknologi kecerdasan buatan terungkap jelas. "Kami tidak menggunakan LLM atau GenAI dalam pengembangan dan umumnya cukup menentang GenAI," tegasnya. "Kami menyukai proses creation dan kami cukup yakin pemain kami ingin melihat apa yang KAMI ciptakan, bukan apa yang dapat dimuntahkan oleh beberapa model difusi."

Pernyataan ini bukan sekadar penolakan teknologi, tapi sebuah statement filosofis tentang nilai kerja manusia dalam seni digital. Bagi Fabraz, game bukan hasil akhir dari prompt acak, melainkan ekspresi langsung dari visi dan effort tim kecil yang penuh dedikasi. Mereka percaya bahwa pemain bisa merasakan perbedaan antara sesuatu yang dibuat dengan hati dan sesuatu yang dihasilkan oleh machine tanpa niat.

Kembalinya Bubsy sendiri disebut sebagai momen yang terasa 'tepat secara kosmik', meski tak ada jaminan komersial. "Atari mendekatinya dengan cara yang benar dan proyek itu jatuh ke pangkuan kami pada waktu yang tepat bagi kami untuk dilanda inspiration ," kata Rastorfer. Bagi studio sekecil ini, setiap keputusan kreatif adalah risk —dan juga peluang untuk membuktikan bahwa game yang dibuat dengan tangan masih bisa bersinar di tengah lautan konten yang semakin generic .

Reaksi 6

  • J
    jayid

    Teguh pada prinsip, tapi aku penasaran berapa lama mereka bisa sustain produktivitas tanpa bantuan tools AI yang lebih cepat?

  • L
    lucy_t

    Mereka bilang 'kami ingin pemain lihat apa yang KAMI ciptakan' — itu integrity yang langka sekarang.

  • B
    budi_xp

    Bubsy 4D kedengarannya seperti lelucon, tapi setelah baca ini, malah terasa seperti pemberontakan kecil terhadap arus utama industri.

  • N
    nisa_dev

    Sebagai developer, aku hargai sikap mereka. Tapi apakah ini juga bentuk privilege? Studio kecil yang bisa menolak AI mungkin karena belum merasakan tekanan biaya yang ekstrem.

  • P
    pak_rio

    GenAI emang cepat, tapi hasilnya sering datar. Game yang punya soul kayaknya emang cuma lahir dari proses yang manusiawi.

  • T
    tama_89

    Kalau mereka bisa buktikan kalau game ini seru, itu jadi statement yang lebih kuat daripada sekadar wawancara.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]