Anggaran Rp 113 Miliar untuk EO BGN dan Tiga Tanker yang Goyang Pasar Minyak Global

Dua isu mencuat kemarin: report soal anggaran besar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk jasa event organizer (EO), dan kembalinya tiga tanker raksasa melintasi Selat Hormuz. Keduanya bukan sekadar angka dan peta—tapi cermin dari risk institusional dan ketegangan global yang masih berdenyut pelan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, membela penggunaan dana Rp 113 miliar sebagai decision strategis. Sebagai lembaga baru, BGN mengaku belum punya kapasitas internal untuk mengelola kampanye nasional secara mandiri. Dukungan dari EO dinilai penting agar pelaksanaan program tetap profesional dan cepat. Perubahan besar dalam tata kelola gizi nasional butuh mesin yang sudah siap jalan—dan menurutnya, membangun dari nol terlalu lama.

Namun, publik langsung bereaksi. Anggaran sebesar itu untuk jasa EO memicu pressure dan pertanyaan soal prioritas. BGN menekankan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan dan bisa diaudit. Tapi apakah ini harga yang wajar untuk efisiensi? Bagi banyak orang, angka Rp 113 miliar terasa besar, terutama saat isu gizi buruk masih meluas di beberapa daerah.

Di sisi lain, tiga tanker jumbo—dua dari China, satu dari Yunani—melintas di Selat Hormuz, jalur minyak paling krusial di dunia. Pergerakan ini terjadi setelah gencatan senjata AS-Iran, sinyal awal bahwa market energi global mulai bernapas lega. Kapal-kapal ini membawa sekitar 6 juta barel minyak dari Arab Saudi dan Irak. Meski bukan dari Iran, kehadiran mereka di jalur utara selat—yang melewati perairan Iran—menunjukkan cepatnya perubahan geopolitik saat ketegangan mereda.

Komentar 6

  • D
    DediTanjung

    Rp 113 miliar buat EO? Itu harga satu acara besar atau buat banyak kegiatan?

  • L
    LarasM

    BGN bilang mereka butuh EO karena keterbatasan SDM, tapi kok terasa seperti alasan klise? Harusnya pemerintah bangun kapasitas internal, bukan malah bayar mahal ke luar. pressure publik wajar muncul.

  • P
    PakdeJoko

    Soal tanker, ini change positif. Kalau Selat Hormuz lancar, harga BBM global bisa stabil.

  • N
    NisaKurnia

    Bayangin, 6 juta barel minyak lewat selat sempit itu. Satu ledakan kecil, langsung risk krisis energi dunia.

  • A
    Arief_BDG

    Logis sih pakai EO, tapi transparansi harus mutlak. Rakyat bayar price lewat pajak, jadi wajar kalau minta pertanggungjawaban.

  • G
    GalihS

    Fakta bahwa kapal lewat jalur utara—perairan Iran—tapi bawa minyak Saudi dan Irak... report ini menunjukkan betapa kompleksnya politik energi.