Ma'ruf Amin: Indonesia Harus Siap Hadapi Dampak Kegagalan Perundingan Damai AS-Iran

Kegagalan peace antara Amerika Serikat dan Iran memicu keresahan di tingkat global, termasuk di Indonesia. Mantan Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, menyatakan bahwa Indonesia harus siap menghadapi impact apa pun akibat situasi yang memanas ini. Menurutnya, ketegangan antara dua kekuatan besar tersebut bukan hanya masalah regional, tetapi bisa berpengaruh luas terhadap stabilitas ekonomi dan politik dunia.

Ma'ruf Amin menilai, kegagalan proses diplomasi itu disebabkan oleh adanya interests yang tidak sejalan di antara kedua pihak. "Kalau tidak ada kepentingan terselubung, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu," ujarnya di Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026). Ia menekankan bahwa tanpa genuine untuk mencapai perdamaian, setiap upaya dialog hanya akan berakhir sia-sia.

Perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026), sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kemajuan karena AS dan Iran telah mencapai kesepakatan pada sejumlah isu. Namun, dua isu krusial tetap menjadi sticking point , membuat seluruh proses gagal melahirkan hasil konkret. Hal ini menunjukkan betapa fragile harapan damai ketika kepentingan strategis bersinggungan.

Bagi Indonesia, ancaman efek rambatan dari konflik geopolitik semacam ini sangat nyata, terutama dalam bentuk fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasok, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus waspada dan membangun kesiapan secara kolektif. "Kita mau tidak mau harus siap menghadapi any yang terjadi," katanya, mengingatkan pentingnya preparedness di tengah ketidakpastian global.

Komentar 6

  • W
    warga_jkt

    Kalau harga minyak naik lagi, ongkos transportasi pasti langsung ikut shoot up . Warga biasa selalu jadi korban, padahal nggak ngerti politik internasional.

  • F
    faisal_debat

    Logika Ma'ruf Amin masuk akal: kalau dua negara besar cuma cari advantage sendiri, jangan harap ada solusi adil. Perdamaian butuh kompromi, bukan taktik.

  • I
    ibu_ana

    Aku cuma mikirin harga sembako besok. Kalau market goyah, kebutuhan harian langsung kena. Dampaknya nyata banget buat ibu-ibu kayak aku.

  • D
    dani_kritis

    Ironis. Mereka bicara damai, tapi tetap hold back solusi karena kepentingan. Apa bedanya dengan pura-pura negosiasi?

  • E
    eko_global

    Ini bukan cuma soal politik luar negeri, tapi juga soal economic risk yang harus diantisipasi lewat kebijakan fiskal yang kuat.

  • R
    reni_pantau

    Pernyataan ini penting, tapi apakah ada real dari pemerintah? Siap secara retorika beda dengan siap secara infrastruktur dan kebijakan.