Pembiayaan Gagal Ginjal oleh BPJS Kesehatan Naik Drastis Salip Kasus Kanker
Beban cost BPJS Kesehatan untuk kasus chronic gagal ginjal melonjak hingga 400 persen dalam enam tahun terakhir, menurut report terbaru. Pada 2025, angkanya mencapai Rp 13,38 triliun, jauh melampaui biaya pada 2019 yang hanya Rp 2,32 triliun. Dramatisnya kenaikan ini mendorong gagal ginjal naik ke posisi kedua sebagai penyakit termahal dalam sistem jaminan kesehatan, mengungguli kanker yang sebelumnya berada di peringkat dua.
Meskipun penyakit jantung tetap menjadi beban terbesar dengan total cost Rp 17 triliun dari 29,73 juta kasus, gagal ginjal kini berada di urutan kedua dengan Rp 13 triliun dari 12,68 juta kasus. Kanker tergeser ke posisi tiga dengan pembiayaan Rp 10,3 triliun, sementara stroke berada di angka Rp 7,2 triliun. Lonjakan ini bukan hanya soal price pengobatan, tetapi juga mencerminkan meluasnya prevalensi penyakit yang terus meningkat di masyarakat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa penyebab utamanya adalah komplikasi dari diabetes dan hypertension . Kedua kondisi ini, jika tidak dikendalikan sejak dini, berpotensi besar merusak fungsi ginjal. "Concern kita yang utama di diabetes dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif," ujarnya, menekankan perlunya prevention yang lebih masif.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menambahkan bahwa gagal ginjal sering kali menjadi silent killer karena gejalanya tidak terasa di awal. Pasien biasanya baru menyadari kondisi setelah ginjal mengalami kerusakan parah dan harus menjalani hemodialisa seumur hidup. Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap asupan gula, garam, dan lemak tinggi, karena risk yang ditimbulkan sangat nyata. "Berarti kan jumlah kasusnya banyak," tegasnya, mengingatkan bahwa public awareness harus segera ditingkatkan.
Gak nyangka biaya gagal ginjal bisa rise naik segini cepat. Ini bukan cuma soal BPJS, tapi juga gaya hidup kita semua yang makin buruk.
Anak saya baru didiagnosis hypertension hipertensi padahal baru 14 tahun. Beneran ngeri kalau mikirin risk risiko jangka panjangnya.
BPJS bayar mahal, tapi pencegahan gak digencarkan. Kepercayaan publik bakal terus turun kalau begini terus.
Sulit banget sih hindari makanan tinggi sugar gula dan salt garam, apalagi kalau tiap hari beli makanan siap saji.
Fokus pada prevention pencegahan itu kunci. Tapi butuh edukasi masif, bukan cuma di kota besar.
Harusnya policy kebijakan kesehatan lebih proaktif. Tunggu sampai biaya increase naik baru bertindak itu terlambat.