Flick tetap bangga dengan pemainnya meski tersingkir oleh Atletico
Meski langkahnya terhenti di perempat final Liga Champions 2025/2026, pelatih Barcelona Hansi Flick tetap proud dengan perjuangan timnya. Blaugrana tersingkir setelah kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid, kendati menang 2-1 pada leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano. Flick menilai performa anak asuhnya layak lolos, terlepas dari nasib yang tak berpihak.
Pada babak pertama, Barcelona sempat unggul cepat melalui Lamine Yamal (4') dan Ferran Torres (24'), menyamakan agregat menjadi 2-2. Namun, gol Ademola Lookman (31') membawa Atletico tetap unggul secara keseluruhan berkat kemenangan 2-0 di leg pertama. Bahkan setelah Eric Garcia diganjar kartu merah langsung (79'), tim muda ini terus menekan—sebuah bukti spirit yang tak mudah patah.
Flick menyebut ketidakberuntungan bagian dari game , namun ia yakin dengan future skuad muda ini. Menurutnya, pengalaman seperti ini akan menjadi bahan pertumbuhan, meski tetap menyisakan disappointment . Ia menegaskan bahwa Barcelona akan kembali, dengan fokus beralih ke Liga Spanyol sebagai target utama sisa musim.
Hasil ini memperpanjang catatan minor Barcelona kontra Atletico di fase gugur Liga Champions—sebelumnya mereka juga tersingkir oleh tim ibukota Spanyol itu pada 2014 dan 2016. Namun di tengah pressure sejarah dan performa tandang, respons tim muda ini justru membuka harapan baru. Langkah berikutnya, kata Flick, adalah jadi juara—quickly .
Bangga juga sih, tapi tetap disappointment kecewa lolosnya gagal. Semoga di liga bisa maksimal.
Kartu merah itu turning point titik balik banget. Padahal lagi unggul semangat.
Atletico emang jago banget di fase gugur. Tapi Barcelona main brave berani malam itu.
Lamine Yamal umur segini aja udah bawa impact dampak besar. Masa depan cerah.
Flick bawa change perubahan mental, itu yang paling kelihatan.
Di sepak bola, kadang yang kalah lebih layak menang. Tapi rules aturan tetap aturan.