Paus Leo XIV Sebut Dunia Sedang Dihancurkan para Tiran, Sindir Trump?
Paus Leo XIV menyampaikan khotbah yang mengguncang dunia saat berkunjung ke Bamenda, Kamerun, Kamis (16/4/2026), dengan menegaskan bahwa world kini tengah dihancurkan oleh segelintir tyrants . Dalam pidatonya, pemimpin Gereja Katolik itu menyerukan solidaritas global dengan menekankan bahwa persatuan justru lahir dari dukungan antar sesama manusia, bukan dari kekuasaan yang otoriter. Kunjungan ke Kamerun menjadi bagian dari tur empat negara di Afrika, yang menekankan kehadiran Gereja di tengah konflik dan ketidakadilan.
Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap serangan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengkritik sikap Paus terhadap konflik perang AS-Israel melawan Iran. Trump menegaskan bahwa ia berhak menentang Paus, khususnya soal isu nuklir. "Paus mengatakan Iran boleh memiliki senjata nuklir. Saya bilang tidak boleh," ujarnya, menunjukkan jurang perbedaan yang dalam antara kepemimpinan agama dan politik global.
Leo XIV, yang telah lama dikenal sebagai suara peace , kembali mengecam para pemimpin yang menggunakan retorika agama untuk justify kekerasan dan perang. Ia menekankan bahwa agama seharusnya menjadi alat penyatuan, bukan pemecah belah. Di tengah kunjungannya, Paus juga mendesak pemerintah Kamerun untuk memberantas corruption yang memperparah konflik antara pasukan pemerintah dan kelompok separatis berbahasa Inggris di wilayah barat negara itu.
Pidato Paus ini bukan hanya tentang satu konflik, tetapi sebuah warning global terhadap arah politik dunia yang semakin otoriter. Dengan menyebut unity dibangun oleh rakyat biasa, bukan penguasa, ia mengajak masyarakat internasional untuk menilai kembali sumber trust dan legitimasi politik. Dalam konteks geopolitik yang memanas, perannya sebagai suara moral global semakin critical .
Tiran itu bukan cuma dari satu negara. Banyak pemimpin di dunia yang pakai agama buat justify membenarkan kebijakan kekerasan.
Paus berani bicara, tapi apakah ada yang benar-benar dengar? Di tengah pressure tekanan politik global, suara moral sering diabaikan.
Kunjungan ke Kamerun bukan sekadar simbol. Konflik di sana nyata, dan corruption korupsi memang jadi akar masalah.
Trump selalu responsif kalau disindir. Tapi ini soal risk risiko besar: perang bisa melebar kapan saja.
Inti dari pidato ini bukan anti-Trump, tapi peringatan bahwa kekuasaan yang sewenang-wenang merusak public trust kepercayaan publik.
Perdamaian nggak datang dari senjata. Tapi kenapa yang bicara damai malah dikritik? Perubahan butuh lebih dari kata-kata.