Kritik Rooney soal Peran Alexander Isak dalam Laga Liverpool Vs PSG
Wayne Rooney mengkritik decision Arne Slot menurunkan Alexander Isak saat Liverpool kalah 0-2 dari PSG di babak perempat final Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Anfield pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan agregat 4-0 untuk kemenangan Les Parisiens, yang membuat mereka melaju ke semifinal. Ousmane Dembele menjadi bintang dengan dua golnya, sementara Slot memilih formasi baru dengan memasangkan Isak dan Hugo Ekitike di lini depan.
Namun, change taktik itu gagal membuahkan hasil. Ekitike harus ditarik keluar pada menit ke-31 karena cedera serius dan digantikan Mohamed Salah. Isak, yang bermain sebagai penyerang tunggal, hanya bertahan 45 menit dan gagal memberikan impact nyata di lapangan. Ia digantikan Cody Gakpo, yang baru kembali dari cedera panjang sejak Desember 2025. Penampilan singkat Isak memicu pertanyaan besar tentang kesiapan fisik dan pilihan manajerial Slot.
Rooney menyebut bahwa risk besar terletak pada masa depan Slot di klub. Dalam wawancara bersama Amazon Prime Video, ia menekankan bahwa meski ilmu olahraga modern memainkan peran penting, seorang manajer harus tetap mengambil alih kendali. "Mungkin keduanya," ujar Rooney merujuk pada keputusan yang datang dari manajer atau tim medis. "Tapi sebagai manajer, Anda harus bilang: kamu bermain selama mungkin, kalau tidak bisa, saya tarik," tambahnya dengan pressure tinggi atas keputusan itu.
Kritik juga datang dari Alan Shearer, yang menilai Isak hampir tidak terlibat sama sekali selama babak pertama. "Hanya lima sentuhan, tidak cukup, tidak terlihat bugar," kata Shearer. Ia menyoroti bahwa Slot sebenarnya sudah menyatakan sebelum laga bahwa Isak tidak akan bermain lebih dari 45 menit. Kekalahan ini membuat Liverpool tersingkir, sementara PSG menunggu lawan dari pertandingan Bayern Muenchen atau Real Madrid. Di tengah report performa yang mengecewakan, fokus klub kini beralih ke Derby Merseyside melawan Everton akhir pekan ini.
Isak cuma lima sentuhan? Itu bukan starter, itu cuma token appearance penampakan simbolis.
Tekanan pada Slot makin besar. Kalau gagal di cup kompetisi Eropa, musim ini bisa dibilang gagal.
Formasi baru di laga besar? Itu bukan keberanian, itu gamble judi besar yang gagal.
Mohon maaf, tapi Shearer terlalu keras. Isak butuh waktu, bukan instant impact dampak instan.
PSG lolos, tapi kita lihat saja apakah mereka bisa tahan pressure tekanan di semifinal.
Daripada salahkan Isak, lebih baik tanya kenapa Slot tidak mainkan Gakpo dari awal. Dia yang in form sedang on fire.