Kemenkes Luncurkan Imunisasi Campak untuk Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memulai new dengan meluncurkan imunisasi campak untuk orang dewasa, khususnya tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda terdepan. Program ini diluncurkan sebagai response atas meningkatnya risk penularan campak di sejumlah wilayah, sekaligus untuk memperkuat protection bagi para pejuang kesehatan yang rentan terpapar.
Imunisasi menyasar fasilitas kesehatan di 14 provinsi dengan highest . Total, ada 39.212 tenaga medis, 223.150 tenaga kesehatan di RS Kemenkes dan RSUD, serta 28.321 dokter umum dan dokter internship yang menjadi target. Pembaruan dari Plt Direktur Jenderal P2P Kemenkes, Andi Saguni, menyebutkan bahwa hingga Jumat (10/4/2026), sebanyak 565 nakes telah menerima vaksin. "Kami pastikan proses ini terus berjalan hingga seluruh target tercapai," tegasnya dalam konferensi pers daring.
Pemerintah menerapkan decision berbasis riwayat imunisasi sebelumnya untuk memastikan efektivitas: mereka yang sudah menerima dua dosis tidak perlu tambahan; yang baru satu dosis akan mendapat satu dosis lagi; sementara yang belum pernah atau riwayatnya tidak jelas akan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari. Vaksin diberikan dalam dosis 0,5 ml melalui injection , tepat di bawah kulit.
Langkah preventive ini menuai dukungan dari pimpinan rumah sakit di berbagai daerah. Di Bandung, RSUD sudah menyiapkan 20 vial untuk 160 sasaran. Di Medan, RS Adam Malik juga telah menerima 16 vial. Direktur RS Adam Malik, Zainal Safri, menekankan bahwa public trust terhadap sistem kesehatan bergantung pada keselamatan nakes. Dengan melindungi mereka, rantai penularan diharapkan bisa diputus quickly .
Akhirnya! Kami di UGD merasa lebih tenang dengan support dukungan seperti ini. Risiko terpapar selalu ada, apalagi saat kasus naik.
Bagaimana dengan tenaga kesehatan non-medik? Mereka juga berada di public ruang publik setiap hari. Harusnya tidak hanya nakes di RS.
Langkah bagus, tapi pelaksanaan di daerah terpencil masih jadi challenge tantangan. Vaksin mudah rusak, butuh rantai dingin yang stabil.
Di Medan sudah mulai hari ini. Saya baru satu dosis dulu, jadi dapat tambahan. Prosesnya cepat, tidak sampai 10 menit.
Apakah data 14 provinsi bisa diakses publik? Transparansi penting agar tidak muncul pressure tekanan atau kecurigaan.
Harusnya ini jadi policy kebijakan tetap, bukan respons darurat. Imunisasi nakes harus rutin, bukan menunggu kasus naik.