Dari PlayStation ke DM: Ketika Atta Halilintar Difollow Sang Legenda
Bayangkan: dari layar console rental PlayStation masa kecil hingga percakapan langsung di direct message Instagram. Itulah perjalanan emosional Atta Halilintar setelah akunnya di-follow oleh legenda sepak bola dunia, Ronaldo Nazario. Baginya, ini bukan sekadar notifikasi biasa — ini adalah validasi dari sang idola sejak kecil, striker legendaris yang dulu hanya bisa ia mainkan dalam format pixel.
Atta mengaku masih sulit memercayai kejadian ini. "Alhamdulillah. Aku juga nggak tahu tiba-tiba di-follow sama Ronaldo, aku juga di-like. Mungkin sudah rezeki aku kali ya," ujarnya, mencoba menahan excitement yang jelas terpancar. Baginya, ini lebih dari kebetulan — ini seperti dream yang mengendap sejak masa kanak-kanak akhirnya mengetuk pintu. Dulu, ia menghabiskan waktu di rental-rental mainan elektronik demi merasakan sensasi mengendalikan sosok-sosok seperti Marcelo, Pique, dan Cristiano Ronaldo.
Kini, tidak hanya Ronaldo Nazario yang mengikuti Atta. Beberapa nama besar seperti Pique, Marcelo, dan Puyol juga ada di daftar follower akunnya. Namun, popularitas yang datang dari dunia sepak bola global ini membawa dampak lain: pressure . Atta mengaku kini semakin careful dengan konten yang diunggah. Ia sadar, setiap post bisa dilihat oleh idola-idola yang dulu hanya bisa ia lihat di layar kaca.
Interaksi melalui DM menjadi simbol pencapaian pribadi baginya. "Bisa temenan di IG, terus bisa DM-DM-an menurut aku itu dream come true," katanya. Di balik tawa dan syukur, ada kesadaran bahwa citra diri kini bukan hanya miliknya, tapi juga dipantau oleh para legend yang pernah menginspirasinya. Dari gamer kecil hingga teman virtual sang idola, perjalanan Atta adalah cerita generasi digital yang tumbuh bersama icon olahraga dunia.
Dulu main PS di rental, sekarang malah chat bareng idola. Dunia makin aneh, tapi keren juga sih.
Bangga banget pasti rasanya. Tapi jangan sampai lupa akhlak cuma karena di-follow beberapa pesepak bola ya.
Ronaldo Nazario itu icon legenda hidup. Kalau dia follow kamu, berarti kamu udah level tertentu.
Ini contoh kekuatan pengaruh media sosial. Bisa menembus batas antara penggemar dan idola.
Dari analog stick ke direct message. Perjalanan yang gila kalau dipikir-pikir.
Follow doang sih, belum tentu mereka baca kontennya. Jangan langsung sombong.
Anak saya juga suka bilang mau ketemu idola lewat social media sosial media. Semoga dia semotivasi kayak Atta.