Bayern Munchen Resmi Juara Bundesliga 2025/2026
Bayern Munchen secara resmi menyandang status juara domestic Jerman setelah mengalahkan VfB Stuttgart 4-2 dalam laga pekan ke-30 Bundesliga 2025/2026 di Allianz Arena, Minggu (19/4). Kemenangan ini memberi Munchen tambahan tiga poin yang secara matematis membuat Borussia Dortmund tidak mampu mengejar di sisa empat pertandingan musim ini. Dengan 79 poin dari 25 menang, empat seri, dan satu kekalahan, gap 15 angka atas Die Borussen membuat gelar juara tak tergoyahkan.
Pertandingan sempat membuat supporters Munchen gelisah ketika Chris Fuhrich membawa Stuttgart unggul di menit ke-21. Namun keunggulan itu hanya bertahan 10 menit berkat gol penyama kedudukan dari Raphael Guerreiro. Hanya dua menit berselang, Nicolas Jackson membalikkan keadaan dengan gol cepatnya, menunjukkan momentum yang kuat dari tim tuan rumah yang makin menekan.
Sorak sorai Allianz Arena meledak di menit ke-37 setelah Alphonso Davies menyambut umpan Luis Diaz dan membawa skor menjadi 3-1. Harry Kane menambah gol di babak kedua, memperlebar lead menjadi dua gol. Meski Chema Andres mengurangi jarak di akhir pertandingan, gol itu tidak mengubah arah sejarah. Munchen meraih gelar Bundesliga ke-35 mereka, menegaskan dominasi yang nyaris tak terbantahkan.
Bagi pelatih Vincent Kompany, ini adalah gelar liga keduanya bersama Bayern. Di tengah konsistensi performance tinggi sepanjang musim, timnya mencetak 109 gol dan hanya kebobolan 29 kali dalam 30 laga. Munchen masih memiliki peluang meraih treble setelah lolos ke final DFB Pokal dan babak semifinal Liga Champions, membuat musim ini jadi salah satu yang paling bersejarah dalam era modern klub.
Akhirnya juara juga. Tapi lihat cara Stuttgart bisa cetak gol, defense pertahanan masih agak longgar menurutku.
Luis Diaz kunci permainan hari itu. Umpannya ke Davies itu murni quality kualitas tingkat tinggi.
Senang banget lihat Kimmich angkat trofi lagi. Dia tetap jadi leader pemimpin sejati di lapangan meski usia makin naik.
35 gelar... Angka yang gila. Tapi rasanya kompetisi di Bundesliga makin one-sided sepi persaingan.
Kompany sukses besar di musim keduanya. Taktiknya bikin transition transisi serangan jadi lebih cepat dan efisien.
109 gol dalam 30 pertandingan? Itu rata-rata lebih dari tiga per laga. Gila betul attack serangan mereka.
Semoga mereka tetap fokus di Liga Champions. Jangan sampai celebration pesta malah bikin lengah di laga penting berikutnya.
Kami kalah, tapi bisa unggul sementara di Allianz itu pencapaian. Tapi harus diakui, level Munchen memang beda.