Arteta tegas Arsenal tak incar hasil imbang lawan Manchester City
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara tegas menyampaikan bahwa timnya decision untuk tidak mengincar hasil imbang saat menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, dalam laga penentu gelar Liga Inggris. Meski unggul enam poin, Arteta menolak anggapan bahwa hasil seri sudah cukup aman. "Kami ingin memenangkan pertandingan. Kami datang untuk menang. Kami bahkan tidak membicarakan soal hasil imbang," tegasnya, menunjukkan komitmen penuh terhadap pendekatan ofensif.
pressure begitu besar mengingat performa Arsenal yang sedang menurun secara ofensif. Dalam lima pertandingan terakhir, tim hanya mencetak tiga gol—termasuk kekalahan 0-2 dari City di final Piala Liga. Namun, Arteta menekankan bahwa soliditas lini belakang tetap menjadi fondasi utama. Ia menolak dikaitkan dengan pola bermain defensif seperti pada laga imbang tanpa gol tahun lalu yang menuai criticism dari Rodri.
"Kami tidak akan merencanakan permainan seperti itu karena kami tidak pernah melakukannya," ujar Arteta, menggarisbawahi filosofi menyerang yang konsisten. Ia mengakui bahwa melawan City, tim bisa terdorong lebih dalam karena dominasi lawan, tapi itu bukan bagian dari rencana awal. Baginya, hasil imbang hanya berarti sesuatu jika diikuti change performa yang konsisten di laga-laga berikutnya.
Di tengah persiapan, Arsenal masih menghadapi sejumlah masalah cedera. Bukayo Saka dipastikan absen karena cedera Achilles, sementara status Jurrrien Timber, Riccardo Calafiori, dan Martin Odegaard masih diragukan. Namun, ada kabar baik dengan kembalinya Noni Madueke yang sebelumnya absen karena masalah fisik. Semua mata kini tertuju pada bagaimana The Gunners bisa menjaga risk kehilangan momentum di saat paling krusial musim ini.
Tapi apakah mereka benar-benar punya cukup support dukungan di lini serang untuk menang di Etihad?
Arteta bicara percaya diri, tapi risk risiko kehilangan poin besar kalau terlalu terbuka.
pressure tekanan jelas di Arsenal. Tapi City juga butuh kemenangan, jadi ini bukan satu arah.
Saka absen? Itu pukulan besar. Harapan tinggal di Saka dan Odegaard.
Mereka harus tetap disiplin. Perubahan ke gaya ofensif total bisa berbahaya.
Kalau kalah, semua cerita tentang 'tidak incar imbang' langsung jadi bahan ejekan.