Selamat! Cesen Istri Marshel Widianto Lulus S2
Marshel Widianto tidak bisa menyembunyikan pride saat menyaksikan sang istri, Cesen, menjalani sidang kelulusan S2 di hadapan para penguji. Dalam unggahan di Instagram, komedian tersebut terlihat duduk di barisan depan, memberikan support penuh kepada ibu dari dua anaknya itu yang tengah menyelesaikan perjalanan akademik yang tidak mudah.
Cesen, yang kini berhak menyandang gelar Yansen Indiani, S.I.Kom., M.Tr.Par., memaparkan proyek akhirnya tentang digital promotion . Dalam post , ia menulis bahwa sidang berjalan lebih baik dari yang dibayangkan. "Hari ini aku hadir untuk diriku sendiri, dan semuanya berjalan lebih baik dari yang aku bayangkan. Sidang S2-ku: SELESAI," tulisnya dengan penuh relief .
Ia juga mengungkapkan rasa gratitude yang mendalam kepada Marshel, yang disebutnya sebagai calm di tengah chaos . "Terima kasih sudah jadi ketenanganku... dan tetap percaya padaku bahkan saat aku sendiri tidak percaya," ungkap Cesen. Ia juga menyampaikan appreciation kepada ayahnya dan para dosen pembimbing yang terus mendukung selama proses study .
Sebelumnya, Cesen telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Institute Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI pada Agustus 2024. Perjalanan akademiknya menjadi sorotan karena dilakukan sambil menjalani peran sebagai ibu dan istri dari seorang public figure . Pencapaian ini tidak hanya soal gelar, tetapi juga tentang personal growth dan ketahanan dalam menghadapi pressure ganda.
Bangga lihat perempuan seperti Cesen bisa konsisten dengan education pendidikan meski punya banyak peran. Ini inspirasi banget!
Marshel emang suami yang jarang neko-neko. Dukungannya itu tenang tapi dalam, beneran support dukungan beneran.
Sidang S2 pariwisata fokus ke digital... langkah yang smart cerdas banget sekarang. Pas banget sama market pasar juga.
Bayangin stresnya ngurus anak, rumah, terus ngurus thesis skripsi S2. Luar biasa banget daya tahan perempuan ini.
Kadang kita lupa kalau di balik suami tenar, ada istri yang juga punya dream mimpi besar. Salut sama komitmennya.
Pariwisata Indonesia Timur butuh lebih banyak orang kayak gini. Semoga impact dampak dari research penelitiannya beneran nyampe ke lapangan.