Jonatan Christie Incar 'Magis' Istora Demi Juara Indonesia Open 2026
Jonatan Christie, tunggal putra andalan Indonesia, menyatakan tekadnya untuk meraih gelar juara di langkah besar Polytron Indonesia Open 2026. Turnamen bergengsi level BWF World Tour Super 1000 ini menjadi salah satu priority bagi Jojo setelah sebelumnya gagal menembus babak dalam beberapa edisi terakhir. "Ini salah satu wishlist saya, untuk bisa menjuarai kejuaraan ini. Jadi memang ini main di tahun ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Pemain yang akrab dipanggil Jojo ini mengungkapkan bahwa ia telah meningkatkan koordinasi dengan tim pelatih guna menyusun persiapan yang lebih matang. Setelah tersingkir di babak awal tahun lalu, ia menegaskan komitmen penuh untuk tampil maksimal di Istora Gelora Bung Karno, Juni mendatang. "Pasti akan dipersiapkan 100 persen dari segala sisi, karena memang ingin mendapatkan hasil yang best . Tahun lalu mungkin terhenti di babak awal, tapi itu jadi lesson ," katanya.
Selain aspek teknis, Jojo menyebut atmosfer Istora Senayan sebagai faktor tak tergantikan yang memberi motivation lebih bagi atlet Indonesia. Ia menggambarkan venue ikonik itu memiliki 'magis' yang tak pernah pudar. "Istora dari dulu tidak pernah berubah, punya magisnya sendiri. Dengan penonton yang luar biasa, saya rasa tidak bisa digantikan dengan stadion lain. Semoga para badminton lovers mau hadir, datang, memeriahkan, dan sekaligus mendukung kami atlet Indonesia," ucap peraih emas Asian Games 2018 itu.
Menghadapi persaingan global yang semakin tight , Jojo mencatat kemajuan pesat atlet mancanegara berkat penerapan modern sport science. "Sekarang negara-negara yang dulu mungkin belum bisa menempatkan pemain di top level, sudah punya beberapa pemain kuat. Itu menunjukkan development yang sangat pesat," katanya. Fokusnya kini tertuju pada kesiapan diri sendiri untuk membuktikan mampu naik ke podium tertinggi di hadapan publik sendiri.
Target utama emang harus dibarengi persiapan serious serius, apalagi di Istora. Tahun lalu babak awal, pasti ada evaluasi besar.
Jojo selalu punya grace wibawa di lapangan, tapi persaingan sekarang beda level. Semua negara makin kuat.
Magis Istora itu nyata, tapi jangan terlalu rely mengandalkan atmosfer doang. Teknik harus lebih tajam.
Semoga suporter juga datang full penuh, biar Jojo makin terpacu. Atmosfer Istora tuh beda.
Penerapan sport science di luar negeri cepat banget, kita jangan sampai left behind tertinggal.
Bisa juara di rumah sendiri itu dream mimpi semua atlet. Semoga Jojo wujudin tahun ini.