Megawati Buka Suara Soal Cedera Lutut, Jakarta Pertamina Enduro Janji Dukung Pemulihan
Megawati Hangestri Pertiwi, star utama Jakarta Pertamina Enduro, buka suara soal injury lutut yang terus menghantui sejak musim lalu. Dalam konferensi pers usai final four Proliga 2026 di Solo, ia menjelaskan bahwa akar masalah muncul saat membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea 2024–2025.
Saat itu, tubuhnya dipaksa tampil dalam delapan pertandingan hanya dengan jeda one day di antara laga—beban yang membuat lututnya tak sempat pulih. Tekanan kompetitif ditambah jadwal padat menciptakan risk tinggi, yang akhirnya memicu cedera serius.
Fakta bahwa Megawati nyaris tak punya waktu istirahat antar musim semakin memperparah kondisi. Ia langsung kembali ke sirkuit Indonesia, menjalani Proliga, SEA V League, PON, hingga KOVO Cup di Korea—semua dalam rentang waktu yang sangat tight . Bahkan setelah cedera, aktivitasnya tetap tinggi, meski lebih banyak duduk di bench .
Musim ini, meski kembali jadi andalan, performance Megawati belum kembali ke puncak, terutama dalam hal lompatan. Tim dan pelatih Jakarta Pertamina Enduro menegaskan full support dalam proses pemulihan, sambil memantau recovery secara ketat agar bisa tampil optimal di musim mendatang.
Delapan laga dalam waktu singkat? Itu crazy gila banget. Tubuh atlet bukan mesin.
Mereka bilang dukungan penuh, tapi kenapa jadwalnya nggak dikurangi dari awal? Hipokrisi terus di dunia olahraga pro.
Saya khawatir long-term jangka panjang buat karier dia. Lutut itu sensitif, sekali rusak bisa berdampak selamanya.
Megatron emang workhorse kuda kerja. Tapi kuda juga butuh istirahat, bukan?
Kenapa nggak dikasih libur panjang aja habis dari Korea? Pemulihan itu bagian dari persiapan, bukan kemewahan.
Apakah commitment komitmen tim benar-benar berarti tanpa perubahan sistem? Atlet terus dipakai, lalu disebut didukung saat cedera.