Lebanon dan Israel Mulai Pembicaraan Langsung soal Gencatan Senjata di Washington
Dalam langkah yang jarang terjadi dalam dinamika Timur Tengah, Lebanon dan Israel membuka new babak diplomasi langsung di Washington, ditengahi oleh Amerika Serikat. Ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun kedua negara duduk satu meja untuk membahas ceasefire , di tengah eskalasi militer berkelanjutan di selatan Lebanon yang menargetkan pejuang Hizbullah.
Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menekankan bahwa hanya negara Lebanon yang memiliki otoritas untuk bernegosiasi atas nama rakyatnya. Dalam unggahan di X, ia menyatakan bahwa prinsip sovereignty akan menjadi fondasi utama dalam setiap negotiation dengan Israel. Ia juga memisahkan jalur ini dari pembicaraan lebih luas mengenai konflik AS-Israel melawan Iran, menyebutnya sebagai separate dan spesifik untuk kepentingan Lebanon.
Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh, mewakili negaranya dalam pembicaraan tersebut, sementara Israel diwakili oleh Duta Besar Yechiel Leiter. Hadir pula dalam pertemuan itu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bersama sejumlah pejabat keamanan tinggi AS, termasuk Utusan Tetap AS untuk PBB Mike Waltz. Kehadiran para official senior menunjukkan tingkat pressure geopolitik yang tinggi terhadap stabilitas kawasan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan harapan agar proses ini menjadi beginning dari berakhirnya penderitaan rakyat, khususnya di wilayah selatan. Ia menegaskan bahwa stabilitas tidak akan pulih selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon. Solusi yang ia usulkan adalah penempatan kembali tentara Lebanon hingga perbatasan internasional, dengan tanggung jawab penuh atas keamanan wilayah tanpa cooperation dari pihak luar—langkah yang menegaskan kembali tuntutan sovereignty yang menjadi inti dari diplomasi Lebanon.
Baru kali ini dengar Israel dan Lebanon bicara langsung. Apakah ini benar-benar change perubahan atau cuma jeda sementara?
Tekanan internasional pasti besar. Tapi jangan lupa, risk risiko konflik melebar ke Suriah atau Yordania juga tinggi.
AS selalu ada di tengah. Tapi apakah mereka benar-benar netral atau hanya melindungi interest kepentingan sendiri?
Rakyat Lebanon di selatan yang paling menderita. Mereka butuh peace damai sekarang, bukan janji diplomatik.
Langkah ini terasa significant penting, tapi tanpa penarikan pasukan Israel, sulit percaya ada solusi nyata.
Kedaulatan itu bukan retorika. Tapi apakah Israel akan benar-benar menghormatinya? Atau ini cuma show tunjukan belaka?