Nama Denza di RI Akan Diganti Jadi Danza? Ini Kata BYD
Jakarta — Meskipun kalah dalam sengketa hukum atas nama brand "Denza" di Mahkamah Agung, BYD tidak mundur dari rencana ekspansinya di Indonesia. Perusahaan asal Tiongkok itu mengungkapkan telah mengamankan nama alternatif "Danza" sebagai backup untuk tetap eksis di pasar otomotif listrik yang sedang tumbuh pesat.
Putusan kasasi nomor 1338 K/Pdt.Sus-HKI/2025 menjadi pukulan hukum bagi BYD. MA menyatakan gugatan mereka tidak dapat diterima karena adanya legal subject , setelah kepemilikan merek Denza di Indonesia resmi dialihkan ke pihak lain melalui akta notaris pada September 2024. Pihak yang kini menguasai hak merek adalah PT Raden Reza Adi, yang mendukung posisi PT Worcas Nusantara Abadi sebagai penentang gugatan.
Luther T. Panjaitan, Kepala PR & Pemerintahan BYD Indonesia, menegaskan bahwa proses ini belum berakhir. "Kami menghormati legal process , namun kesimpulan ini bukan bukti bahwa Denza bukan milik BYD. Ini soal perbedaan subjek yang dituju," katanya. Ia menambahkan bahwa secara global, BYD tetap diakui sebagai pemilik sah merek Denza di banyak negara, sehingga situasi di Indonesia menjadi pelajaran tentang market entry di pasar baru.
Yang paling penting, kata Luther, rencana bisnis besar BYD di Indonesia tidak terganggu. Fokus tetap pada pengembangan electric vehicles dan kontribusi teknologi nyata bagi industri nasional. Dengan nama "Danza" sudah diamankan, perusahaan siap melanjutkan strategi pasar tanpa menunggu kepastian hukum merek lama.
Jadi Danza ya? Nama baru tapi tetap produknya sama. Semoga pricing harga tetap kompetitif biar bisa saingin Hyundai dan Wuling.
Ironis. Merek global kalah karena urusan legal technicality kesalahan prosedural. Ini peringatan buat semua investor asing: urus dokumen dari awal!
Ini bukan cuma soal nama, tapi soal market trust kepercayaan pasar. Kalau mereknya berubah-ubah, konsumen bisa bingung dan pindah ke yang lebih stabil.
Danza kedengarannya mirip minuman. Kurang kuat buat electric car mobil listrik premium. Harapannya jangan sampai citra teknologi BYD ikut terkikis.
Asal jangan pakai nama lain lagi besok-besok. Capek kita ikut branding rebranding terus. Komitmen ke pasar itu juga soal konsistensi.
Kalau mereka tetap investasi besar, berarti ini cuma minor setback gangguan kecil bagi strategi jangka panjang. Saham BYD global mungkin tak terpengaruh.
Pertanyaannya: kenapa BYD tidak daftarkan merek Denza lebih awal di sini? Kelalaian kekayaan intelektual begini mah mahal banget.