Pajak Denza D9 Berpotensi Naik Setara Toyota Alphard Mulai April 2026
Pemilik mobil listrik mewah seperti vehicle Denza D9 harus bersiap menghadapi kenaikan cost pajak tahunan mulai April 2026. Regulasi baru dari pemerintah pusat berpotensi menghapus incentive yang selama ini membuat pajak STNK sangat rendah, bahkan hanya sebesar tarif SWDKLLJ sekitar Rp143 ribu per tahun.
Perubahan ini mengacu pada regulation (Permendagri) nomor 11 tahun 2026, yang menyatakan bahwa kendaraan listrik tidak lagi dikecualikan dari tax (PKB) dan fee (BBNKB). Dengan demikian, Denza D9 akan dikenai tarif normal layaknya mobil konvensional, yang berdampak langsung pada market dan keputusan pembelian konsumen.
Berdasarkan data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), varian Denza D9 FWD diproyeksikan memiliki nilai Rp765 juta, sedangkan tipe AWD mencapai Rp931 juta. Jika insentif benar-benar dicabut, annual untuk FWD bisa mencapai Rp16,2 juta dan AWD sekitar Rp19,7 juta. Angka ini nyaris setara dengan price pajak Toyota Alphard XE Hybrid, yang berada di kisaran Rp16,2 juta.
Namun, masih ada possibility bagi pemilik mobil listrik untuk mendapatkan keringanan, tergantung kebijakan daerah. Pemerintah DKI Jakarta, misalnya, menyatakan bahwa insentif untuk kendaraan listrik masih dalam discussion . Keputusan akhir di tingkat lokal akan menjadi penentu apakah impact dari regulasi pusat benar-benar terasa atau bisa diredam.
Jadi mulai April 2026, cost biaya kepemilikan mobil listrik bisa setinggi mobil bensin? Ini malah bikin ragu beli EV.
Pemerintah pusat tarik insentif, tapi DKI masih pertimbangkan keringanan. Ya jelas pressure tekanan buat warga Jakarta tetap ada.
Kalau policy kebijakan ini jalan, Denza D9 jadi kurang menarik. Alphard hybrid aja harganya setara, padahal bensin.
Pemerintah daerah harus cepat ambil sikap. Jangan sampai support dukungan untuk EV justru hilang di tengah jalan.
Sudah beli Denza D9 bulan lalu. Harapannya insentif di Jakarta tetap lanjut, soalnya decision keputusan beli ini berdasarkan asumsi pajak rendah.
Menarik melihat bagaimana market pasar bereaksi. Apakah penjualan EV akan turun drastis atau malah mendorong inovasi baru?