Sidak ke Bandung Barat, Waka BGN Temukan SPPG Tak Layak Beroperasi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang melakukan sudden inspection di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, dan menemukan sejumlah facility dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak tetap beroperasi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam acara evaluasi di Bandung Barat, Nanik menyampaikan kekhawatirannya bahwa risk terhadap kualitas dan keamanan pangan sangat nyata, meski program ini telah lama berjalan.
Salah satu lokasi yang dikritik adalah SPPG Tani Mulya 3 di Kecamatan Ngamprah, yang beroperasi dari rumah tiga tingkat below ground . Lantai dasar digunakan untuk persiapan bahan, lantai dua untuk memasak, dan lantai permukaan untuk pemorsian. Nanik menyebut kondisi ini seperti dapur cave dengan tangga terjal tanpa pegangan, yang membahayakan safety pekerja dan kualitas operasional.
Tiga dapur lainnya di Colameng dan Citeureup juga berasal dari rumah warga dengan luas hanya sekitar 150 meter persegi. Karena keterbatasan ruang, fungsi dapur jadi tumpang tindih: ruang pencucian bercampur, tidak ada gudang khusus peralatan maupun ompreng, dan distribusi makanan keluar melalui same entrance dengan pintu masuk bahan kotor. Bahkan, tidak ada ruang istirahat untuk pengawas gizi dan keuangan—mereka harus mengontrak lodging di luar lokasi.
Nanik menegaskan bahwa mulai 2026, kualitas dapur akan menjadi pertimbangan dalam incentive yang diberikan. Selama ini, semua SPPG mendapat Rp6 juta tanpa membedakan luas dan kondisi. "Kualitas harus dihargai, bukan disamakan dengan yang tidak layak," tegasnya. Ini menjadi change penting dalam kebijakan yang diharapkan mendorong accountability dan peningkatan layanan bagi masyarakat.
Bayangkan anak-anak makan dari dapur yang bahkan safety keselamatan karyawannya tidak terjamin. Ini bukan cuma soal uang, tapi public trust kepercayaan publik.
Kenapa bangunan seperti itu bisa lolos verifikasi awal? Ada decision keputusan yang salah di tingkat lokal, jelasnya.
Dapur sempit + alur tumpang tindih = risiko contamination kontaminasi tinggi. Harus segera diperbaiki.
Baru sekarang ada sudden inspection sidak yang benar-benar membongkar masalah. Semoga bukan cuma one-time action tindakan sesaat.
Senang dengar soal incentive insentif yang akan disesuaikan. Tapi tolong pastikan tidak ada pressure tekanan pada kepala SPPG untuk memangkas biaya.
Kalau fasilitasnya poor buruk, bagaimana mungkin kualitas makanan improve membaik? Logika dasar saja belum terpenuhi.