Survei Ungkap MBG Populer Tapi Belum Sepenuhnya Memuaskan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan sekadar wacana—report terbaru dari Poltracking Indonesia menunjukkan, program ini telah dikenal luas oleh publik, dengan tingkat awareness mencapai 88 persen. Angka ini menggambarkan betapa cepatnya program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, menjadikannya salah satu kebijakan paling visible dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, popularitas belum tentu berarti kepuasan. Hanya 55 persen dari mereka yang mengetahui MBG merasa puas dengan pelaksanaannya. Bagi peneliti utama Poltracking, Masduri Amrawi, ini adalah warning bahwa pemerintah perlu melakukan change dalam cara berkomunikasi dan menyerap masukan. "Yang paling fundamental, tentu memperbaiki feedback yang sangat banyak," katanya dalam konferensi pers virtual.

Di tengah pressure untuk membuktikan kinerja, MBG justru menjadi program yang dinilai paling accurate oleh publik, dengan 32,1 persen responden menempatkannya di posisi pertama. Angka ini jauh mengungguli program lain seperti Kartu Indonesia Pintar (10,4 persen) dan Bantuan Subsidi Upah (9,1 persen), menunjukkan bahwa masyarakat melihat MBG sebagai priority yang relevan dengan kebutuhan nyata.

Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan metode random sampling , serta margin of error sebesar ±2,9 persen. Dengan tingkat confidence 95 persen, hasilnya cukup kuat untuk menjadi dasar decision kebijakan. Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah program dikenal, melainkan: apakah pemerintah mampu merespons public trust ini dengan perbaikan nyata?

Komentar 6

  • B
    BudiSantoso

    55 persen puas, 45 persen tidak—ini bukan angka yang bisa dianggap enteng. Masih banyak risk program jadi tidak berkelanjutan kalau masukan nggak ditindaklanjuti.

  • L
    LinaMarisa

    Yang menarik, MBG disebut paling tepat sasaran. Tapi di lapangan, banyak yang komplain soal quality makanan. Harusnya ini jadi fokus utama, bukan sekadar angka popularitas.

  • P
    PakRT07

    Saya lihat langsung di wilayah kami: distribusi cepat, tapi coverage belum merata. Ada yang dapat dua kali seminggu, ada yang belum pernah.

  • D
    DedyKus

    Pemerintah jangan terlena dengan popularity semu. Program bagus kalau manfaatnya dirasakan, bukan cuma dikenal.

  • A
    AniWoro

    55 persen puas itu lumayan untuk program baru. Tapi memang perlu evaluasi cepat, biar dampaknya makin besar.

  • F
    FajarIlham

    Kalau 88 persen tahu tapi cuma segitu yang puas, artinya ada gap antara ekspektasi dan realitas. Komunikasi harus lebih jujur.