IHSG Menguat Tajam ke 7.675, Didorong Sentimen Positif dan Penguatan Saham Unggulan

Indeks Harga Saham Gabungan market saham Indonesia ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (14/3), menunjukkan adanya confidence investor yang kembali menguat meskipun rupiah sedikit melemah terhadap dolar AS. IHSG naik 175,764 poin atau 2,34 persen ke level 7.675,951, membawa change positif bagi pelaku pasar setelah beberapa hari sebelumnya bergerak datar.

Penguatan ini didorong oleh aksi beli investor, terutama pada saham-saham dengan risk rendah dan fundamental kuat. Sebanyak 548 saham menguat, sementara hanya 151 yang turun, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 24,756 triliun. Frekuensi perdagangan menyentuh lebih dari 3,1 juta kali, menunjukkan minat support pasar yang tinggi terhadap new sentimen positif.

Beberapa saham mencatat kenaikan signifikan, seperti PP Presisi (PPRE) yang melonjak 34,65 persen, diikuti Danasupra Erapacific (DEFI) dan Bekasi Asri Pemula (BAPA) dengan kenaikan di atas 33 persen. Saham-saham ini menjadi top gainers dan menarik perhatian investor ritel. Aksi ini menunjukkan bahwa pressure beli masih cukup kuat menjelang akhir sesi perdagangan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga mencatat gain , dengan Indeks Nikkei Jepang naik lebih dari 2 persen. Meski rupiah melemah tipis ke Rp 17.127 per dolar AS, report dari Bloomberg menunjukkan bahwa sentimen global tetap mendukung pasar berkembang. Pemulihan di pasar regional memberi positive impact terhadap prospek IHSG dalam jangka pendek.

Reaksi 6

  • D
    DodiSaham

    Harga saham PPRE naik lebih dari tiga kali lipat dalam sebulan, ini bukan perubahan biasa tapi market surge yang perlu diwaspadai.

  • A
    AniInvest

    Rupiah melemah tapi IHSG naik, artinya modal asing masuk meski ada risk nilai tukar. Tanda kepercayaan investor masih kuat.

  • P
    PakRudi63

    Anak saya baru beli saham BAPA kemarin, eh sekarang sudah untung 33%. Cepat sekali change -nya, tapi saya khawatir ini hanya jangka pendek.

  • E
    EkoBursa

    LQ45 juga ikut naik 2,41%, ini menunjukkan penguatan tidak hanya di saham kecil tapi juga di emiten besar. support pasar cukup merata.

  • N
    NisaEkonomi

    Jangan lupa, Nikkei naik hampir 2,5%, jadi kenaikan IHSG juga terdorong sentimen eksternal. Bukan hanya local decision semata.

  • J
    JokoAnalitik

    Kalau volume transaksi tembus 52 miliar saham, artinya likuiditas tinggi. Tapi waspada quick correction kalau sentimen berubah mendadak.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]