Robot Penjelajah NASA Temukan Molekul Pembiak Kehidupan di Mars
Wahana penjelajah Curiosity milik NASA telah menemukan sejumlah organic di Mars, termasuk senyawa yang dianggap sebagai building block kehidupan di Bumi. Di dasar danau kering dekat khatulistiwa planet merah, lima dari tujuh molekul yang terdeteksi belum pernah diamati sebelumnya. Meskipun tidak bisa membuktikan adanya kehidupan purba, temuan ini memberi harapan bahwa jejak kimia kehidupan mikroba mungkin masih preserved hingga 3,5 miliar tahun.
Profesor Amy Williams dari Universitas Florida, yang memimpin analisis, menyatakan bahwa mereka mungkin sedang melihat complex yang bertahan di lingkungan bawah permukaan. "Kami pikir kami sedang melihat materi organik yang telah terawetkan di Mars selama 3,5 miliar tahun," katanya. Namun, ia menegaskan bahwa data saat ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa molekul ini berasal dari kehidupan—bisa jadi terbentuk melalui proses geologis atau dibawa oleh meteorite .
Curiosity, robot penjelajah seukuran mobil, telah mengamati kawah Gale dan Gunung Sharp sejak 2012. Di masa lalu, Mars memiliki air cair dan atmosfer pelindung, menciptakan kondisi yang mirip dengan Bumi saat kehidupan mulai berkembang. Profesor Andrew Coates dari University College London menyatakan bahwa tidak ada alasan ilmiah mengapa kehidupan tidak bisa muncul di Mars juga. Namun, tantangan utamanya adalah apakah jejak kimia itu bisa survive di lingkungan yang kini sangat keras—dengan suhu ekstrem dan radiasi tinggi.
Salah satu senyawa yang terdeteksi adalah benzothiophene, yang mengandung sulfur dan sering dikaitkan dengan asal-usul meteorit. Ada juga indikasi adanya senyawa mirip prekursor DNA, meskipun Williams mengingatkan bahwa ini masih jauh dari bukti langsung. "Ini jelas merupakan blok bangunan untuk bagaimana DNA dibuat sekarang. Tetapi ini hanyalah batu bata, bukan rumahnya." Misi ESA Rosalind Franklin yang akan datang, dengan kemampuan mengebor hingga 2 meter, diharapkan bisa memberi evidence yang lebih meyakinkan tentang asal-usul bahan kimia ini.
Jadi molekul organic organik ada, tapi belum tentu dari kehidupan. Tapi tetap gila—kita benar-benar menemukan petunjuk di planet lain.
Kalau sampai misi Rosalind Franklin bisa deteksi nitrogen dalam struktur itu, baru makin dekat ke jawaban. Tapi tetap harus hati-hati—jangan sampai hype lebih cepat dari bukti.
3,5 miliar tahun dan masih ada jejak? Luar biasa betapa harsh kerasnya lingkungan itu, tapi juga betapa kuatnya proses alam menyimpan jejak.
Benzothiophene mengandung sulfur... jadi apakah ini petunjuk bahwa meteorit punya peran besar dalam membawa chemical bahan kimia ke planet?
Kalau di Bumi dan Mars sama-sama dapat hujan meteorit, berarti bahan dasar kehidupan bisa tersebar luas di tata surya. Apakah kita semua punya origin asal-usul yang sama?
Tetap penasaran: kalau misalnya nanti ditemukan DNA purba di Mars, apakah itu berarti kehidupan muncul dua kali secara terpisah, atau justru satu source sumber yang sama?