Dokter: Sunat Bisa Kurangi Risiko Infeksi HPV pada Laki-Laki

Sunat bukan hanya soal tradisi atau kebersihan — procedure ini ternyata bisa jadi benteng pertahanan melawan infeksi Human Papillomavirus (HPV) pada laki-laki. Menurut dr Hanny Nilasari, dokter spesialis kulit dan kelamin, laki-laki yang tidak disunat punya risk lebih tinggi terpapar virus ini, yang bisa menginfeksi kulit maupun mukosa secara diam-diam.

HPV sering dianggap sebagai ancaman bagi perempuan karena kaitannya dengan kanker serviks, tapi faktanya pria juga rentan. Data global menunjukkan hampir satu dari tiga pria di atas 15 tahun pernah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV. Bahkan, laki-laki berkontribusi pada sekitar 40 persen kasus cancer terkait virus ini di seluruh dunia, termasuk kanker throat , anus, dan penis yang kini semakin sering ditemukan.

Dr Hanny menjelaskan bahwa meskipun tubuh bisa membersihkan infeksi secara alami dalam sekitar 12 bulan, exposure terus-menerus tetap berbahaya. Kulit preputium — yang dilepas saat sunat — menjadi tempat ideal bagi virus untuk bertahan. Tanpa sirkumsisi, risiko menjadi pembawa atau bahkan penderita penyakit terkait HPV meningkat secara signifikan.

Pendapat ini diperkuat oleh Prof dr Hartono Gunardi, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak IDAI, yang menyebut sejumlah literatur ilmiah mendukung klaim bahwa sirkumsisi berkaitan dengan reduction angka infeksi HPV. Bagi keluarga, ini bukan sekadar keputusan budaya, tapi juga health jangka panjang anak laki-laki mereka.

Reaksi 6

  • B
    BundaAyu

    Baru tahu kalau HPV juga berbahaya buat anak laki-laki. Jadi mikir ulang soal circumcision sebagai bagian dari proteksi kesehatan, bukan cuma tradisi.

  • P
    PakDodi

    Tapi jangan sampai ini jadi alasan buat menekan keluarga yang punya pertimbangan agama atau budaya lain. Medis boleh mendukung, tapi keputusan tetap harus dihormati.

  • R
    RudiSehat

    Ini penting banget. Banyak yang kira HPV cuma soal wanita, padahal pria juga bisa kena dan spread tanpa sadar.

  • F
    FitriW

    Apakah vaksin HPV tetap perlu meski sudah disunat? Atau protection dari sunat itu sudah cukup?

  • D
    DokJaga

    Sunat menurunkan risiko, bukan menghilangkan. Tetap perlu edukasi soal hygiene dan skrining dini, terutama bagi yang belum menjalani prosedur ini.

  • A
    AndiKulit

    Data 40% kasus kanker terkait HPV dari pria itu ngejleb. Harusnya lebih banyak sosialisasi soal ini di luar isu serviks.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]