Terduga Penjual Senpi Ilegal di Rancaekek Dikenal Tertutup, Warga Syok
Warga Kampung Rancasepat, Rancaekek, Kabupaten Bandung, masih dibayangi shock setelah mengetahui salah satu tetangganya, Aep Saepudin (42), ditangkap karena diduga terlibat dalam illegal firearms . Pria yang dikenal quiet dan tertutup itu ternyata berperan sebagai broker dalam jaringan peredaran senjata tanpa izin, sesuatu yang sama sekali tidak terduga oleh masyarakat sekitar.
Ketua RT setempat, Asep Rosadi, mengungkapkan bahwa Aep hampir tidak pernah interact secara langsung dengan warga. "Jarang ngobrol saya sama dia. Dia jarang di rumah jadi nggak ketemu," katanya. Kehidupan sehari-harinya terlihat seperti pekerja biasa: berangkat pagi, pulang malam. Namun, routine yang tampak normal itu justru menyamarkan aktivitas terlarang yang terus berjalan quietly .
Polisi mengamankan Aep di wilayah Rancaekek setelah menggerebek dua lokasi berbeda, termasuk warung nasi di Sumedang. Dari tangan pelaku, ditemukan satu pucuk pistol SIG Sauer P226, senjata laras panjang yang belum selesai, serta berbagai jenis ammunition dengan kaliber berbeda. Pengembangan kasus pun dilakukan ke rumahnya di Rancaekek Kulon, tempat polisi menemukan lebih banyak amunisi tersembunyi, menunjukkan serious risk yang pernah mengintai lingkungan tersebut.
Tak hanya itu, operasi berlanjut dengan penangkapan Tatang Sutardin (57) di Rancaekek Wetan, yang diduga sebagai perakit senjata. Polisi menyita komponen senjata dan alat rakitan, mengungkapkan adanya network yang lebih luas. Kasus ini membuka public concern tentang celah keamanan dan bagaimana aktivitas ilegal bisa tumbuh tanpa detection , meski berada di tengah permukiman padat.
Saya tinggal tidak jauh dari sana, dan benar-benar tidak notice menyadari ada yang aneh. Ini bikin worry cemas banget.
Orangnya biasa aja keliatannya, tapi ternyata berbahaya. Penampilan bisa menipu ya.
RT harus lebih alert waspada. Jangan sampai lagi kecolongan seperti ini.
Kalau aktivitasnya tertutup dan jarang communication komunikasi, wajar warga tidak tahu. Tapi polisi juga harus proaktif.
Bayangin aja peluru 5,56 mm dan 7,62 mm ada di rumah warga biasa. Itu sangat berbahaya.
Anak-anaknya masih SD, dan tinggal di tengah lingkungan seperti itu. Dampaknya ke psikologis mereka pasti besar.