Warga Panipahan Unjuk Rasa, Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim

Warga Desa Panipahan, Riau, berunjuk rasa besar-besaran menyusul concern mendalam atas maraknya peredaran drugs di wilayah mereka. Aksi protes yang sempat memanas ini memaksa Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turun tangan langsung dengan mengambil decision tegas: mencopot Kapolsek Panipahan, AKP Robiansyah, dan Kanit Reskrim, Aipda Rahmat.

Dalam pernyataannya, Kapolda menekankan pentingnya menjaga public order dan menyerukan agar masyarakat tidak terpancing melakukan violence . "Percayakan proses kepada aparat," ujarnya, menegaskan bahwa semua tindakan harus melalui legal mechanism yang berlaku, bukan aksi main hakim sendiri.

Ia mengakui bahwa public trust sedang mengalami pressure akibat persepsi bahwa penegakan hukum di tingkat lokal tidak responsif. Pencopotan tersebut disebut sebagai bentuk response cepat terhadap risk hilangnya legitimasi aparat di tengah masyarakat yang merasa terabaikan.

Langkah ini dilihat sebagai upaya memulihkan confidence dan menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak tutup mata terhadap tuntutan justice . Namun, banyak warga masih menuntut transparency lebih jauh: bukan hanya pergantian pejabat, tetapi juga action nyata yang dapat mengubah situation di lapangan secara cepat.

Komentar 6

  • P
    paman_ria

    Harusnya ini jadi awal, bukan akhir. Pencopotan tanpa follow-up sama saja basa-basi.

  • S
    siti_melayu

    Warga sudah lama complain , tapi baru digubris setelah ramai. Kapan polisi bisa proaktif?

  • J
    jaga_desa

    Tindakan cepat Kapolda patut diapresiasi, tapi jangan lupa root cause narkoba juga harus diatasi.

  • B
    budi_patria

    Transparansi penting, jangan sampai ini cuma pertunjukan untuk redam pressure sesaat.

  • N
    nelayan_panipahan

    Kami butuh rasa aman, bukan cuma ganti orang. Perubahan nyata itu yang kami tunggu.

  • I
    ibu_kota_rantau

    Semoga ini bukan sekadar symbolic move , tapi awal dari penegakan hukum yang benar-benar adil.