Tiongkok Kecam Blokade AS terhadap Iran, Sebut Berisiko dan Memicu Ketegangan
Pemerintah Tiongkok melalui Kementerian Luar Negeri secara tegas mengecam blokade yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang risky dan irresponsible bagi stabilitas kawasan. Pernyataan ini muncul segera setelah blokade resmi berlaku, hanya sehari setelah gagalnya peace talks antara AS dan Iran di Pakistan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memperingatkan bahwa langkah sepihak itu dapat increase pressure geopolitik dan merusak fragile kesepakatan gencatan senjata yang baru terbentuk. Ia menegaskan bahwa blokade bukan solusi, melainkan justru bisa worsen situasi yang sudah penuh ketegangan.
Posisi China tidak lepas dari kepentingan strategisnya: sebagai salah satu major importer minyak dari Iran, Beijing memiliki direct interest terhadap kelancaran pasokan energi. Gangguan di jalur distribusi kritis seperti Selat Hormuz bisa mengancam market stability dan menyebabkan price spike minyak global.
Pengamat internasional menilai bahwa sikap keras China mencerminkan broader concern terhadap dampak konflik terhadap global trade . Mereka menekankan bahwa decision sepihak berpotensi menciptakan chain reaction yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan yang sangat sensitive secara politik dan ekonomi.
Kalau harga minyak naik lagi, public publik yang bakal kena imbasnya. Transportasi, logistik, semuanya ikut meroket.
AS selalu bilang ingin damai, tapi tindakannya malah escalate memicu ketegangan. Mana yang harus kita percaya?
Selat Hormuz itu critical sangat krusial. Gangguan kecil saja bisa bikin pasar global gelagapan.
China protes bukan cuma karena minyak, tapi juga soal prinsip: intervensi sepihak merusak international order tatanan global.
Blokade jarang berhasil tanpa human cost korban sipil. Kenapa selalu rakyat kecil yang bayar harga?
Tekanan terhadap Iran mungkin terasa cepat, tapi long-term impact dampak jangka panjang bisa lebih dalam dari yang diperkirakan.