Pakar Militer Ini Yakin Iran Tak Akan Ragu Tembak Kapal-kapal AS di Selat Hormuz
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah pernyataan dari seorang military expert Iran yang menyatakan bahwa pasukan negara itu tidak akan ragu menembak kapal-kapal Amerika Serikat. Foad Izadi, profesor dari Universitas Teheran, mengungkapkan skeptisisme terhadap klaim militer AS bahwa dua kapalnya melintas hanya untuk membersihkan ranjau, menyebut situasi tersebut dipenuhi ketidakpastian.
Menurut Izadi, meskipun ia tidak dapat memastikan versi mana yang benar, negotiations antara Iran dan AS berada dalam deadlock , yang meningkatkan risk konfrontasi bersenjata. "Militer Iran tidak akan ragu menembak kapal-kapal Amerika, mengingat fakta bahwa Amerika Serikat telah membunuh banyak personel dan perwira militer Iran," katanya dalam wawancara dengan Al Jazeera dari Teheran.
Tambahan konteks ekonomi juga disampaikan: pemerintah Iran berniat memanfaatkan Selat Hormuz sebagai sumber revenue baru, selain dari minyak dan exports lainnya. Jalur maritim yang strategis ini bukan hanya penting secara militer, tetapi juga menjadi tulang punggung economic change dalam skenario geopolitik yang terus bergeser.
Di tengah ketegangan ini, Izadi mencatat bahwa warga Iran kemungkinan akan welcome tindakan pembalasan terhadap AS, terutama karena sejarah intervensi militer yang mereka alami. Dengan situasi yang bisa berubah quickly , public support terhadap tindakan keras terhadap kapal asing bisa menjadi faktor penentu dalam decision politik dan militer Teheran.
Kalau Selat Hormuz benar-benar ditutup atau jadi zona konflik, global market pasar global bakal kena dampak langsung. Ini bukan cuma soal Iran dan AS.
Mereka nggak mau perang, tapi tekanan terus naik. risk Risiko miskalkulasi sangat besar di sini.
Banyak yang lupa, tapi bagi warga sini, ini soal harga diri. Bukan cuma political decision keputusan politik.
AS bilang ranjau, Iran bilang provokasi. Sama seperti dulu, cuma skenarionya makin dangerous berbahaya.
Harga minyak bisa melonjak dalam hitungan jam kalau ada tembakan nyata. economic pressure Tekanan ekonomi bakal menyebar ke mana-mana.
Alih-alih fokus ke pendapatan baru, mending perbaiki public trust kepercayaan publik dulu. Rakyat butuh kepastian, bukan konflik.