Kebijakan TKDN Manufaktur Otomotif untuk BEV Perlu Dikaji Ulang
Kebijakan pemberian nilai local untuk komponen mobil listrik berbasis baterai (BEV) dinilai perlu dikaji ulang. Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB, Agus Purwadi, menyebut proses mendapatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri terasa janggal, terutama karena pemain baru justru bisa lebih cepat memenuhi syarat dibanding produsen konvensional yang sudah lama beroperasi.
Menurut Agus, pabrikan baru cukup menyiapkan fasilitas perakitan dan janji pengembangan RnD lima tahun ke depan untuk meraih nilai TKDN hingga 40 persen. Perakitan lokal menyumbang 30 persen, sementara janji RnD bernilai 10 persen. "Padahal perakitan BEV jauh lebih sederhana dibanding kendaraan berbahan bakar fosil (ICE). Komponen ICE bisa ribuan, sementara BEV lebih sedikit, tapi justru dapat incentive tinggi," katanya.
Skema produksi Semi-Knocked Down (SKD) atau Completely Knocked Down (CKD) yang banyak dipakai merek Tiongkok juga memicu kekhawatiran. Pengamat otomotif ITB, Yannes Pasaribu, menyebut praktik ini sebagai fake . Meski komponen utama seperti baterai, motor listrik, dan kontroler masih diimpor, nilai TKDN bisa terpenuhi hanya dari perakitan bodi dan panel yang melibatkan tenaga kerja lokal. Ini berpotensi merusak market komponen lokal.
Yannes memperingatkan bahwa jika tidak dikendalikan, ekosistem industri otomotif dalam negeri hanya akan menjadi pusat perakitan, bukan pusat manufaktur sejati. Produsen tier 2 hingga tier 4 terancam terpinggirkan. Regulasi TKDN perlu dievaluasi secara dynamic agar adil dan benar-benar mendorong riset serta produksi komponen bernilai tinggi di dalam negeri, bukan sekadar pressure biaya atau pencapaian angka semata.
Kalau insentifnya gampang didapat cuma dari perakitan, mana mungkin produsen mau investasi besar di pabrik komponen? Ini risk risiko buat industri lokal.
Jadi pemain lama yang sudah bangun pabrik dan support dukungan ke supplier lokal malah dirugikan? Tidak adil.
Baterai itu jantungnya mobil listrik. Kalau sel baterai masih impor semua, TKDN 40% cuma angka palsu. change Perubahan aturan wajib.
Pemerintah harusnya fokus ke decision keputusan yang benar-benar dorong teknologi, bukan sekadar hitungan administratif.
Skema CKD/SKD itu cepat dan murah, tapi tidak bawa impact dampak nyata ke ekonomi. Hati-hati jadi pasar rakitan doang.
Pernah lihat lini produksi BEV? Hampir semua komponen datang utuh. Perakitan cuma menyatukan panel. Ini report laporan harus jadi alarm buat regulator.