Bahlil Ubah Formula Harga Patokan Mineral, Pengusaha Wanti-Wanti Ini
Jakarta — Pemerintah meluncurkan formula baru price patokan untuk bijih nikel mulai 15 April 2026, sebuah change kebijakan yang ditujukan untuk menutup kesenjangan dengan pasar global. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026, menggantikan aturan sebelumnya yang dinilai belum mencerminkan nilai sebenarnya dari komoditas strategis tersebut.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA), Sari Esayanti, menyatakan bahwa penyesuaian plan harga secara berkala adalah hal yang wajar, asalkan tetap mengacu pada harga di bursa internasional seperti London Metal Exchange (LME). Namun, ia memberi peringatan tajam: pressure regulasi harus seimbang agar tidak mengganggu iklim investasi. "Kita perlu menjaga keseimbangan antara peningkatan nilai komoditas dan keberlanjutan permintaan," tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno menjelaskan bahwa revisi ini bertujuan memperbaiki market domestik yang selama ini menilai nikel terlalu murah. Ia mengungkapkan adanya nilai premium yang selama ini tidak tercatat dalam report harga patokan. Dengan formula baru, pemerintah mulai memasukkan faktor koreksi dan memberi nilai pada kandungan lain seperti besi, kobalt, dan krom—unsur yang sebelumnya diabaikan.
Langkah ini diproyeksikan meningkatkan revenue negara dari sektor royalti. Namun, tantangannya tetap ada: bagaimana menjaga agar decision kebijakan tetap adaptif terhadap fluktuasi global tanpa menimbulkan risk bagi pelaku usaha. Pemerintah berjanji akan terus melakukan update secara dinamis, tetapi keberhasilannya bergantung pada transparansi dan konsistensi pelaksanaan.
Akhirnya ada change perubahan juga. Tapi jangan sampai price harga jadi terlalu tinggi lalu malah bikin investor mundur.
Pemerintah fokus pada revenue penerimaan, pengusaha mikir soal risk risiko. Dua sisi yang harus seimbang.
Selama ini bijih kita dijual murah, tapi produk olahan negara lain mahal. Harusnya kita bisa dapat fair adil.
Terlalu sering update pembaruan juga bikin bingung. Butuh kepastian, bukan sekadar pressure tekanan terus.
Kobalt dan krom ikut dihitung? Itu langkah cerdas. Tapi jangan lupa, transparansi report laporan wajib ketat.
Harapannya decision keputusan ini tidak hanya bagus di kertas, tapi juga di lapangan.