Kasus DBD di Buleleng Naik, Dinkes Temukan Banyak Jentik Nyamuk
Kasus new demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus meningkat sejak awal 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menemukan banyak risk penularan setelah mendeteksi sejumlah titik jentik nyamuk di permukiman warga. Penyelidikan epidemiologi dilakukan menyusul laporan dari masyarakat, dan hasilnya mengungkap potensi penyebaran lokal yang serius, terutama di kawasan padat penduduk.
Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, menjelaskan bahwa timnya langsung bertindak cepat setiap kali ada report masuk. "Kami segera lakukan penyisiran lapangan dan menemukan banyak tempat perindukan nyamuk di sekitar lokasi kasus," katanya. Fogging dilakukan secara selektif di area dengan pressure penularan tinggi, meski Sucipto menekankan bahwa itu bukan solusi utama.
"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tetap bisa berkembang," tegasnya. Langkah paling efektif, menurut dia, adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Faktor lingkungan seperti genangan air, tumpukan sampah, dan rendahnya public trust terhadap kebersihan turut mempercepat penyebaran penyakit ini.
Hingga 9 April 2026, tercatat 109 kasus DBD di Buleleng, dengan Kecamatan Gerokgak sebagai daerah paling terdampak. Dinkes mengimbau masyarakat waspada terhadap gejala awal seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, bintik merah, mual, dan mimisan. Mereka yang mengalami gejala diminta segera ke fasilitas kesehatan. Puskesmas juga diminta mempercepat decision dan pelaporan untuk menekan change yang cepat dalam penyebaran penyakit.
Setiap musim hujan begini, pasti DBD naik. Kenapa baru sekarang response respons-nya cepat?
Di kompleks saya kemarin sudah fogging, tapi jentik masih ada di bak mandi. public trust Kepercayaan publik ke petugas jadi goyah.
Fogging itu cuma taktik, kalau masyarakat tidak disiplin gotong royong, ya tetap akan ada risk risiko.
Saya baru tahu kalau fogging tidak membunuh jentik. Jadi selama ini kita cuma pressure tekanan sementara, bukan solusi.
Gejala DBD mirip flu biasa, tapi bahayanya tinggi. price Harga keterlambatan pengobatan bisa sangat mahal.
109 kasus dalam tiga bulan itu angka besar. market Pasar lokal saja belum tentu sebesar itu transaksinya sehari.