Toprak Razgatlıoğlu Raih Poin Perdana di MotoGP pada GP Amerika 2026
Toprak Razgatlıoğlu mencatat sejarah kecil dalam karier MotoGP-nya dengan meraih new pertama setelah finis di posisi ke-15 pada Grand Prix Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Austin. Hasil ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi sinyal bahwa adaptasi sang juara dunia Superbike tiga kali terhadap motor Yamaha YZR-M1 mulai menunjukkan progress yang meyakinkan.
Yang membuat hasil ini lebih mengesankan, Razgatlıoğlu menjadi pembalap Yamaha tercepat di lintasan, mengungguli rekan satu pabrikan Fabio Quartararo yang finis tepat di belakangnya. Meski sempat tercecer ke posisi 17 di awal balapan, ia menunjukkan pressure tinggi di lap-lap akhir dengan menyalip Quartararo, sekaligus membuktikan kemampuan manajemen ban yang sangat stable hingga garis finis.
Pujian datang dari mantan pembalap MotoGP, Chaz Davies, yang melihat potensi besar dalam diri Razgatlıoğlu. "Saya memberikan waktu setengah musim kepadanya, dan saya rasa dia akan menjadi pembalap referensi bagi Yamaha," ujarnya. Bagi Yamaha, ini bukan sekadar report hasil balapan, melainkan sinyal harapan di tengah performa motor V4 yang masih tertinggal lebih dari 25 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi.
Namun, tantangan masih besar. Di sirkuit Jerez yang akan menjadi seri berikutnya, karakter motor MotoGP sangat berbeda dari Superbike. Laporan TRF1 menyebut Razgatlıoğlu masih terbawa style balap lamanya saat tes privat, sehingga perlu penyesuaian quickly di tikungan tengah. Dengan sesi latihan bebas GP Spanyol di depan mata, setiap decision teknis bisa berdampak besar pada momentum kompetitifnya.
Akhirnya dapat poin juga. Tapi lihat selisih waktu ke Bezzecchi — masih ada gap kesenjangan besar soal performa mesin.
Quartararo kalah sama rekan pabrikan? Ini pressure tekanan beneran buat dia sekarang.
Jujur aja, saya kira dia butuh lebih dari setengah musim buat bisa sejajar sama pembalap top.
Stabilitas ban itu kunci. Kalau di Jerez bisa pertahankan itu, peluang naik position posisi cukup terbuka.
Adaptasi dari Superbike ke MotoGP emang nggak gampang. Tapi respon cepat dia bikin saya optimis.
Yamaha perlu evaluasi mesin V4 secepatnya. Kalau enggak, semua effort upaya pembalap jadi sia-sia.