Xi Jinping Tegaskan Hukum Internasional Harus Ditegakkan, Kecam Perang di Timur Tengah

Dalam pertemuan tertutup yang diwarnai ketegangan geopolitik, Presiden China decision Xi Jinping secara terbuka menyampaikan kritik terhadap pendekatan militer dalam konflik Timur Tengah. Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Balai Besar Rakyat, Beijing, Xi menekankan bahwa perdamaian dunia terancam jika hukum internasional diterapkan secara pilih kasih.

“Supremasi hukum tidak bisa digunakan bila menguntungkan dan diabaikan bila tidak menguntungkan,” tegas Xi, menggarisbawahi risk dari kebijakan dua standar yang memperdalam ketidakpercayaan global. Pernyataan ini muncul di tengah pressure ekonomi yang meningkat akibat konflik antara Iran dan sekutu Barat, dengan jalur perdagangan energi strategis seperti Selat Hormuz menjadi titik kritis.

Sejak Februari, Iran menutup akses Selat Hormuz bagi kapal dari negara yang dianggap bermusuhan, memicu response militer AS berupa blokade pelabuhan. Langkah ini diklaim Washington sebagai tindakan terhadap economic terrorism , tetapi memperburuk krisis pasokan energi. Pasar global langsung merespons dengan lonjakan price minyak dan gas, sementara impor China jatuh ke level terendah dalam tiga tahun.

Serangan rudal dan drone Iran terhadap infrastruktur energi Teluk tidak hanya memperparah change dalam rantai pasok global, tetapi juga memicu kekhawatiran akan perluasan konflik. Xi memperingatkan agar dunia tidak kembali ke jungle law , menjelang pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump bulan depan—sebuah warning yang jelas terhadap eskalasi militer yang semakin quickly meluas.

Reaksi 6

  • D
    Dedi_S

    Ternyata pressure ekonomi dari satu konflik bisa sampai ke dapur rumah tangga. Harga BBM naik lagi minggu ini.

  • L
    Larasati_P

    Xi bicara tentang hukum, tapi China sendiri sering dituding melanggarnya di Laut Cina Selatan. Hipokrisi tingkat tinggi.

  • B
    Bimo_T

    Peringatan soal risk perang ekonomi ini serius. Kalau Selat Hormuz benar-benar ditutup total, pasar global bisa kolaps.

  • N
    Nina_K

    Pertemuan dengan Trump bulan depan akan jadi ujian besar. Bisa jadi decision mereka membentuk arah perdamaian… atau perang.

  • J
    Joko_M

    Diplomasi ala Xi selalu halus tapi tajam. Kritik tanpa menyebut nama, tapi semua tahu maksudnya.

  • S
    Sinta_W

    Kenapa selalu energi yang jadi sasaran? Ketika change datang, rakyat kecil yang paling terpukul.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]