Purbaya: S&P Rating Kredit RI Diproyeksikan Tak Berubah Selama 2 Tahun, BBB Stabil
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar meyakinkan bagi pelaku ekonomi: lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) memproyeksikan rating Indonesia akan tetap di level BBB dengan outlook stabil selama dua tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pimpinan S&P saat keduanya bertemu di Washington DC, menunjukkan kepercayaan terhadap economic Indonesia yang dinilai masih solid di tengah ketidakpastian global.
Menurut Purbaya, sinyal ini sempat membuatnya terkejut, tetapi kemudian dijelaskan sebagai bentuk pengakuan terhadap konsistensi kebijakan fiskal pemerintah. Defisit anggaran yang tetap controlled , komitmen menjaga stabilitas, dan fundamental makro yang sehat menjadi alasan utama S&P tidak berencana mengubah penilaian. Meski demikian, lembaga tersebut akan terus melakukan monitoring rutin, termasuk dalam pertemuan lanjutan yang direncanakan pada Juni mendatang.
Salah satu faktor positif yang disoroti S&P adalah kinerja tax yang tumbuh hingga 30 persen secara tahunan pada dua bulan pertama tahun ini. Meski melambat di Maret karena faktor seasonal , capaian ini menunjukkan perbaikan dalam optimalisasi revenue . Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki indikator yang menjadi perhatian, terutama debt terhadap pendapatan, melalui reformasi perpajakan yang lebih agresif.
Purbaya juga mengkritik sentiment pasar yang mudah berubah terhadap Indonesia—kadang memuji, kadang langsung meragukan tanpa dasar fundamental yang kuat. Ia menilai narasi negatif sering kali muncul dari external , bukan dari kondisi fiskal riil. Meski ada noise informasi, ia menekankan bahwa hubungan dengan lembaga pemeringkat tetap baik dan transparan, serta fondasi ekonomi nasional tetap strong .
BBB itu bagus nggak sih? Aku dengar investor butuh investment investasi di negara dengan rating tinggi, tapi kok ya masih was-was?
Faktanya, S&P tetap monitoring memantau, bukan berarti bebas dari risiko. Rasio utang terhadap pendapatan masih jadi concern perhatian utama—jangan sampai lengah.
Pemerintah bilang kokoh, tapi di lapangan UMKM banyak yang kesulitan. economic Ekonomi makro nggak selalu nyambung sama rasa warga biasa.
Yang menarik itu soal sentiment sentimen yang mudah terbalik. Satu berita jelek langsung panik, padahal fondasi sebenarnya stabil.
Pajak tumbuh 30%? Kalau itu karena enforcement penegakan yang lebih ketat, bagus. Tapi jangan sampai bebani rakyat kecil terus.
S&P bilang stabil, tapi kita tetap harus accountable bertanggung jawab atas kebijakan. Jangan jadi cuma pencitraan luar negeri.